Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life Indonesia) mencatatkan tren peningkatan kebutuhan perawatan terkait kasus influenza.
Sepanjang Januari hingga minggu kedua September 2026, Allianz Life Indonesia telah membayarkan klaim terkait influenza Rp13,8 miliar untuk 1.857 kasus.
Selain itu, pada Januari hingga Agustus 2026 jumlah kasus influenza yang membutuhkan rawat inap di rumah sakit tercatat meningkat 47% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Head of Health Analytics Allianz Life Indonesia, Tubagus Argie F. S. Sunartadirdja mengatakan peningkatan proposisi positif influenza sepatutnya menjadi perhatian masyarakat.
"Peningkatan proporsi positif influenza menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika muncul gejala seperti demam, batuk, dan tubuh terasa lemas," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (29/9/2026).
Baca Juga: Allianz Life Catat Premi dari Unitlink Sebesar Rp 7,9 Triliun hingga Juli 2026
Apalagi, influenza memerlukan penanganan medis yang lebih beragam. Mulai dari, pemeriksaan dan pengobatan rawat jalan hingga rawat inap pada kondisi tertentu.
Sejalan dengan itu, ia mengungkapkan sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam menghadapi lonjakan kasus influenza.
Sebagai informasi, berdasarkan pantauan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) per 26 September 2026, proporsi positif influenza pada Surveilans Influenza-Like Illness (surveilans ILI) di minggu ke-37 mencapai 58,59%, meningkat dari 53,71% pada minggu sebelumnya.
Selain memahami kebutuhan medis, ia mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala dan karakteristik influenza sejak dini, menerapkan pola hidup sehat, serta mempersiapkan kondisi finansial untuk mengantisipasi biaya pemeriksaan, pengobatan, hingga perawatan medis.
Menurutnya, kesiapan finansial terhadap risiko kesehatan juga perlu menjadi bagian dari perencanaan perlindungan diri dan keluarga.
Baca Juga: Allianz Life Bukukan Premi Kanal Bancassurance Rp 4,8 Triliun hingga Semester I-2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














