kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.965   55,00   0,31%
  • IDX 6.373   32,66   0,52%
  • KOMPAS100 842   2,47   0,29%
  • LQ45 637   0,10   0,02%
  • ISSI 219   1,25   0,57%
  • IDX30 359   0,22   0,06%
  • IDXHIDIV20 443   -0,18   -0,04%
  • IDX80 96   0,24   0,25%
  • IDXV30 119   0,54   0,45%
  • IDXQ30 115   -0,19   -0,16%

Amvesindo Optimistis Ruang Pertumbuhan Modal Ventura Tetap Ada ke Depannya


Rabu, 22 Juli 2026 / 07:25 WIB
Amvesindo Optimistis Ruang Pertumbuhan Modal Ventura Tetap Ada ke Depannya
ILUSTRASI. Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia optimistis ruang pertumbuhan bagi industri modal ventura tetap ada ke depannya. ? (KONTAN/Indra Surya)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) optimistis ruang pertumbuhan bagi industri modal ventura tetap ada ke depannya. 

"Meski kini paradigmanya bergeser pada prinsip kehati-hatian dan kualitas portofolio yang memiliki jalur profitabilitas jelas," ujar Kepala Bidang Media & Hubungan Masyarakat Amvesindo Novrizal Pratama kepada Kontan, Selasa (21/7/2026).

Asal tahu saja, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai pembiayaan modal ventura tumbuh tipis sebesar 0,09% secara Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 16,36 triliun per Mei 2026. Adapun laba bersih modal ventura tercatat terkontraksi 5,01% YoY, dengan nilai mencapai Rp 213,11 miliar per Mei 2026. 

Baca Juga: Penyaluran Kredit Perbankan Diproyeksi Lebih Longgar pada Kuartal III-2026

Meski demikian, Novrizal mengatakan industri perlu mewaspadai tantangan yang bisa mempengaruhi kinerja modal ventura hingga akhir tahun ini. Dia bilang tantangan terbesar yang harus diantisipasi adalah kerentanan operasional akibat rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang berada di level kritis 97,63%. 

"Hal itu menandakan sangat tipisnya margin keuntungan industri," ucapnya.

Novrizal menyampaikan tingginya beban operasional industri merupakan imbas langsung dari karakteristik bisnis modal ventura berbasis penyertaan modal atau Venture Capital Corporation (VCC), yang mana pendapatan perusahaan tidak diterima secara rutin setiap bulan, tetapi sangat bergantung pada realisasi investasi dan kinerja Pasangan Usaha. 

Baca Juga: OK Bank Perkuat Dana Murah untuk Jaga Likuiditas di Tengah Proyeksi Perlambatan DPK

Dengan demikian, fokus utama industri saat ini adalah melakukan efisiensi internal sembari mendampingi portofolio secara komprehensif.

Sebagai informasi, nilai aset industri modal ventura per Mei 2026 sebesar Rp 27,49 triliun, atau tumbuh sebesar 1,74% secara YoY. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×