kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   -30.000   -1,12%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

OK Bank Perkuat Dana Murah untuk Jaga Likuiditas di Tengah Proyeksi Perlambatan DPK


Selasa, 21 Juli 2026 / 19:48 WIB
OK Bank Perkuat Dana Murah untuk Jaga Likuiditas di Tengah Proyeksi Perlambatan DPK
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di kantor cabang OK Bank Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Aura Putri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan akan melambat hingga akhir 2026. Menyikapi kondisi tersebut, PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) memilih memperkuat penghimpunan dana murah atau current account saving account (CASA) guna menjaga likuiditas.

Direktur Kepatuhan OK Bank Indonesia, Efdinal Alamsyah mengatakan strategi perseroan difokuskan pada penguatan struktur pendanaan melalui peningkatan porsi CASA, terutama dari tabungan dan giro.

"Strategi difokuskan pada penguatan struktur pendanaan melalui peningkatan porsi dana murah, terutama dari tabungan dan giro, yang didukung oleh optimalisasi kanal digital dan perluasan basis nasabah," ujarnya kepada Kontan, Senin (21/7/2026).

Baca Juga: OK Bank Fokus Garap Korporasi Domestik, Tak Andalkan Perusahaan dari Korea Selatan

Menurut Efdinal, perseroan juga akan menjaga likuiditas dengan mengelola komposisi sumber pendanaan secara prudent serta mempertahankan kualitas aset melalui penyaluran kredit yang selektif.

"Sehingga ekspansi kredit dapat didukung oleh likuiditas yang memadai," tambahnya.

Berdasarkan laporan keuangan, DPK OK Bank mencapai Rp 8,54 triliun per Mei 2026, tumbuh 28,86% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp 6,63 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, penyaluran kredit OK Bank tercatat sebesar Rp 10,81 triliun per Mei 2026 atau meningkat 12,66% YoY dari Rp 9,60 triliun pada Mei 2025.

Baca Juga: Persaingan Dana Makin Ketat, OK Bank Siapkan Strategi Jaga Penghimpunan DPK

Sebelumnya, hasil Survei Perbankan BI menunjukkan penghimpunan DPK perbankan masih akan tumbuh hingga akhir tahun ini. Namun, laju pertumbuhannya diperkirakan melambat dibandingkan tahun lalu.

Responden survei memperkirakan DPK pada akhir 2026 tumbuh 6,18% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan DPK pada 2025 yang mencapai 13,83%. BI juga mencatat pertumbuhan DPK masih akan ditopang oleh tabungan dan giro, sementara pertumbuhan deposito diperkirakan melambat.

Baca Juga: OK Bank Catatkan Kenaikan DPK Korporasi Sekitar 8% pada Februari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×