Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia mengungkapkan sejumlah faktor yang diperhatikan oleh investor sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya pada bisnis startup.
Ketua Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo), Eddi Danusaputro mengatakan, investor tidak hanya melihat keunikan produk dalam menilai kelayakan sebuah startup untuk mendapatkan pendanaan.
Menurutnya, peluang pengembangan bisnis masih terbuka di Indonesia. Hal ini sejalan dengan kompleksnya persoalan di Indonesia yang membuka peluang usaha untuk menghadirkan model bisnis yang bisa memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi.
"Yang membedakan adalah apakah solusi yang ditawarkan benar-benar bisa menyelesaikan masalah tersebut. Itu biasanya menjadi salah satu faktor utama yang kami lihat," ujar Eddi dalam acara Concrete Pitch Indonesia 2026, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga: Amvesindo Optimistis Bisnis Modal Ventura Membaik di Kuartal IV-2026
Sayangnya, pengembangan bisnis startup masih dihadapkan pada tantangan. Salah satunya adalah menemukan model bisnis yang tepat, terutama dalam menentukan cara memperoleh pendapatan. Oleh karena itu, investor perlu memastikan lebih cermat terkait model bisnis yang dibangun tersebut, serta memastikan model bisnis sudah sesuai dengan persoalan yang ingin diselesaikan.
Di sisi lain, model bisnis dan cara perusahaan menghasilkan pendapatan menjadi aspek penting dalam menilai keberlanjutan sebuah usaha.
Selain itu, investor juga mempertimbangkan sosok pendiri dan tim di balik perusahaan. Lebih lanjut, keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada produk yang ditawarkan saja, tetapi juga pada latar belakang, kemampuan, dan kredibilitas orang-orang yang menjalankan bisnis tersebut.
Baca Juga: Tech Winter Masih Membayangi, Modal Ventura Utamakan Startup Berfundamental Kuat
Dengan begitu, penilaian kelayakan sebuah startup untuk mendapatkan investasi perlu dilihat secara menyeluruh, mulai dari kemampuan solusi menjawab masalah, ketepatan model bisnis, hingga kualitas tim yang menjalankan perusahaan tersebut.
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan pembiayaan industri modal ventura sebesar 1,05% YoY menjadi Rp Rp 16,50 triliun pada Agustus 2026. Nilai ini tercatat membaik dibandingkan bulan Juli yang sempat terkoreksi sebesar Rp 0,46% YoY, dengan nilai mencapai Rp 16,32 triliun.
Baca Juga: Amvesindo Sebut Sektor Ini Bisa Dilirik Modal Ventura dalam Menyalurkan Pembiayaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














