kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.767   6,00   0,03%
  • IDX 6.425   -37,63   -0,58%
  • KOMPAS100 840   -12,34   -1,45%
  • LQ45 638   -10,10   -1,56%
  • ISSI 225   1,08   0,48%
  • IDX30 355   -5,31   -1,47%
  • IDXHIDIV20 443   -6,77   -1,51%
  • IDX80 96   -1,48   -1,52%
  • IDXV30 122   -2,10   -1,69%
  • IDXQ30 114   -1,78   -1,53%

Amvesindo Sebut Sektor Ini Bisa Dilirik Modal Ventura dalam Menyalurkan Pembiayaan


Jumat, 18 September 2026 / 14:45 WIB
Amvesindo Sebut Sektor Ini Bisa Dilirik Modal Ventura dalam Menyalurkan Pembiayaan
ILUSTRASI. Firma modal ventura, AC Ventures (ACV) (DOK/AC Ventures (ACV))


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa sektor hijau dapat menjadi salah satu ruang pengembangan bagi industri modal ventura. Selain sektor hijau, Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) menyebut terdapat sejumlah sektor bisnis lain yang menjanjikan untuk dilirik modal ventura dalam menyalurkan pembiayaan.

Mengingat karakteristik sektor hijau yang berjangka panjang, Kepala Bidang Media & Hubungan Masyarakat Amvesindo, Novrizal Pratama mengatakan perusahaan modal ventura umumnya akan menyeimbangkan portofolio mereka dengan berinvestasi pada sektor-sektor yang memiliki waktu pengembalian modal lebih terukur dan perputaran yang lebih cepat. 

Novrizal menerangkan sektor prospektif tersebut, salah satunya adalah software atau Business-to-Business Software-as-a-Service (B2B SaaS). Dia bilang sektor itu prospektif karena menyediakan solusi teknologi yang membantu efisiensi operasional, serta digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maupun korporasi di Indonesia.

Baca Juga: Amvesindo Optimistis Bisnis Modal Ventura Membaik di Kuartal IV-2026

Selain itu, Novrizal menyebut sektor Consumer Tech dan Direct-to-Consumer (D2C) juga terbilang prospektif.

"Sektor yang terus berkembang seiring dengan tingginya adopsi digital dan daya beli kelas menengah di Indonesia," katanya kepada Kontan, Kamis (17/9/2026).

Novrizal juga mengatakan sektor fintech, healthtech, dan Edtech juga prospektif. Dia menuturkan sektor-sektor fundamental tersebut tetap sangat menarik bagi modal ventura, karena terbukti mampu menyelesaikan permasalahan riil dan memiliki pasar yang masif di Indonesia.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat, nilai pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp 16,32 triliun per Juli 2026, atau mengalami kontraksi sebesar 0,46% secara Year on Year (YoY). Adapun laba modal ventura mencapai Rp 406,48 miliar per Juli 2026, atau tumbuh 1,91% YoY.

Sementara itu, nilai aset industri modal ventura per Juli 2026 sebesar Rp 27,69 triliun, atau bertumbuh 1,99% secara YoY. 

Baca Juga: Amvesindo Optimistis Ruang Pertumbuhan Modal Ventura Tetap Ada ke Depannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×