kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Analis: Pelonggaran LTV genjot bisnis bank 16%


Rabu, 20 Mei 2015 / 21:25 WIB
ILUSTRASI. Asing Net Sell Jumbo Saat IHSG Terkoreksi, Cek Saham-Saham yang Banyak Dilepas


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pelonggaran aturan uang muka kredit atau LTV oleh Bank Indonesia juga menjadi berkah bagi sektor perbankan. Pengetatan aturan LTV selama ini menjadi salah satu biang keladi perlambatan penyaluran kredit.

Ini terlihat dari data KPR di kuartal I 2015 hanya tumbuh 12,13% jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 23,59%. Thendra Chrisnanda, analis MNC Securitas mengatakan, dengan aturan pelonggaran LTV 10%, maka membuka kran penyaluran kredit perbankan baik untuk properti maupun otomotif.

Sementara Hans Kwee, direktur Investa saran Mandiri menilai stimulus BI ini lebih menguntungkan perbankan karena akan bisa meningkatkan pendapatan dari penyaluran kredit terhadap properti dan otomotif. Dengan pelonggaran LTV ini, dia memperkirakan industri perbankan akan tumbuh 15%-16% hingga akhir tahun. “ Padahal tadinya kita melihat pertumbuhannya akan flat 11%,” Tandas Hans.

Selain itu, kata Hans, penurunan uang muka pinjaman juga akan merangsang minat konsumen untuk melakukan pengajuan kredit terutama untuk properti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×