kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ansoruna gelar sekolah pasar modal syariah di Taksimalaya


Senin, 16 Desember 2019 / 21:52 WIB
Ansoruna gelar sekolah pasar modal syariah di Taksimalaya
Ansoruna Business School bersama Bursa Efek Indonesia menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal Syariah di Pondok Pesantren Alhirmah Mugarsari, Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (15/12/2019)

Reporter: Dadan M. Ramdan | Editor: Dadan Ramdan

KONTAN.CO.ID - TASIKMALAYA. Ansoruna Business School dan PC GP Ansor Kota Tasikmalaya bersama Bursa Efek Indonesia, dan Indo Premier kembali menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) di Pondok Pesantren Alhirmah Mugarsari, Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (15/12/2019). Kegiatan ini diikuiti sekitar 95 peserta yang berasal dari mahasiswa dan kader Ansor.

Andi M Adhim, Pengurus Ansoruna Business School mengatakan, kegiatan SPMS di Tasikmalaya ini merupakan kegiatan lanjutan yang telah diselenggarakan di beberapa daerah sepanjang tahun ini. "Kami berharap Sekolah Pasar Modal Syariah bermanfaat bagi sahabat-sahabat mahasiswa di Tasikmalaya dalam menambah pengetahuan tentang pasar modal syariah. Semoga bisa lahir investor-investor muda dari kegiatan ini," katanya.

Menurut Adhim, Ansoruna tidak hanya menyelenggarakan kegiatan tentang literasi keuangan tapi berupaya membekali kader-kader Ansor dan warga Nahdliyin pada khususnya, dengan kemampuan soft skill dan hard skill yang berguna untuk meningkatkan kapasitas SDM. "Selain SPMS, Ansoruna banyak mendakan pelatihan atau worshop seperti barista, pembuatan sabun, kursus fotografi dan sinematografi, pelatihan jurnalistik hingga pembuatan mi pelangi untuk rintisan usaha," paparnya.

Di bulan ini juga, Ansoruna menyelenggarakan pelatihan persiapan sertifikasi pengadaan barang dan jasa di pemerintahan, mengingat kebutuhan akan tenaga ahli di bidang ini masih terbatas.

Adapun pemateri dalam SPMS sesi Taksimalaya ini adalah dan Derry Yustira dari Devisi Pasar Modal Syariah IDX dan Isa Martian, CRP Senior Marketing Officer IndoPremier Bandung. Dalam pemaparannya, Derry memberikan berbagai ilustrasi untuk cerdas soal membelanjakan keuangan dan merencanakan pengelolaan keuangan untuk masa depan lewat berinvestasi di pasar modal. "Sekarang untuk mahar pernikahan pun bisa dengan saham. Ini seperti yang dilakukan Idunk Ace dengan memberikan mahar 50.000 lebar saham Sido Muncul," ungkapnya.

Derry melanjutkan, investasi saham cukup memberikan keuntungan. Sebagai gambaran, pada 2017, harga saham Sido Muncul Rp 450 per lembar saham atau 45.000 per lot. Jika dikalikan dengan 50.000 lembar sahah, maka saat itu nilainya sebesar Rp 22,5 juta. Saat ini, harga per lembar saham perusahaan jamu dengan kode SIDO ini sudah naik menjadi Rp 1.015 per lembar. Dengan demikian, mahar yang diberikan Idunk Ace saat ini adalah senilai Rp 50,75 juta.

Meski investasi di pasar modal memberikan keuntungan, Derry mengingatkan ada risikonya yakni capital loss, perusaahaan bangkrut dan perusahaan gagal bayar. Sebab itu, untuk menghindari risiko kerugian, ia menyarankan agar membeli saham dari perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja bagus, sudah dikenal luas. "Jangan membeli saham dari perusahaan-perusahan yang tidak jelas," saran Derry.

Yang terang, ia menyarankan kepada para peserta untuk mencoba menambung saham, selain prosesnya mudah juga memulai investasinya tidak harus besar. Dengan modal Rp 100.000 juga bisa menabung saham dan menjadi investor. "Tapi dalam investasi ini kembali lagi pada tujuannya apakah untuk jangka pendek atau jangka panjang. Untuk mahasiswa, bisa mengumpulkan mahar dari investasi saham ini dari sekarang," tukas Derry.

Adapun narasumber Isa memaparkan lebih lanjut mengenai produk-produk investasi di pasar modal syariah yang meliputi, saham syariah, reksadana syariah, sukuk, KIK-EBA syariah dan ETF syariah. "Saham syariah adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan yang memenuhi prinsip syariah," terangnya. Lebih lanjut Isa menjelaskan seputar mekanisme transaki di saham syariah yang mana calon investor harus membeli atau menjual saham lewat perusahaan sekuritas yang mengantongi izin dari otoritas bursa. 




TERBARU

Close [X]
×