kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Aset BTN tumbuh tertinggi dibanding bank BUMN


Kamis, 03 Agustus 2017 / 14:17 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan aset secara tahunan paling tinggi dibanding bank pelat merah lain. Pasalnya, sampai dengan semester I-2017, bank BUMN hanya mencatat pertumbuhan aset satu digit. 

Sementara, merujuk pada laporan keuangan per semester I-2017, bank yang fokus di pembiayaan rumah ini mencatat kenaikan aset mencapai 18,23% dibanding periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy) menjadi Rp 224,06 triliun dari sebelumnya Rp 189,51 triliun.

Direktur Keuangan dan Tresuri BTN Iman Nugroho Soeko mengatakan pendorong pertumbuhan aset salah satunya disumbang oleh realisasi kredit yang naik double digit.

Asal tahu saja, berdasarkan laporan keuangan perseroan, pada paruh pertama BTN berhasil mencatat pertumbuhan kredit mencapai 18,23% menjadi Rp 224,06 triliun.

"Pendorongnya dari pertumbuhan kredit yang setara, sekitar 18,8%," ujar Iman kepada KONTAN, Kamis (3/7). Lebih lanjut, Iman menyebut pihaknya akan terus mendorong peningkatan kualitas aset sampai akhir tahun.

Salah satu strategi yang diambil antara lain dengan mendorong pertumbuhan kredit serta pertumbuhan pendapatan bunga. Hal ini dilakukan agar laba perusahaan mengalami peningkatan serta mempengaruhi nilai valuasi perseroan.

"Harga saham dan kapitalisasinya juga akan meningkat dalam kaitan memaksimalkan kekayaan pemegang saham," ungkapnya. Sebelumnya, bank bersandi emiten BBTN ini optimis dapat mencatat pertumbuhan aset hingga ke 18% di akhir 2017.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×