kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Asuransi Asei Optimistis Bisnis Asuransi Kendaraan Tetap Tumbuh pada 2026


Jumat, 19 Juni 2026 / 14:53 WIB
Asuransi Asei Optimistis Bisnis Asuransi Kendaraan Tetap Tumbuh pada 2026
ILUSTRASI. Asuransi Asei Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia menilai prospek bisnis asuransi kendaraan bermotor hingga akhir 2026 masih cukup positif meski pertumbuhannya diperkirakan lebih moderat dibandingkan saat pasar otomotif berada dalam fase ekspansi.

Pandangan tersebut sejalan dengan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang mencatat pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 5,39 triliun pada kuartal I-2026 atau tumbuh 2,9% secara tahunan. Lini bisnis ini menjadi kontributor premi terbesar kedua industri asuransi umum dengan pangsa pasar 17,3%.

Direktur Utama Asuransi Asei Indonesia Dody Dalimunthe mengatakan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha terhadap perlindungan kendaraan masih tetap ada, baik untuk kendaraan pribadi maupun kendaraan operasional perusahaan.

Baca Juga: Bank Woori Saudara Perluas Brand Awareness Melalui Kolaborasi dengan Grab Indonesia

“Prospek bisnis asuransi kendaraan pada sisa tahun 2026 masih cukup positif, meskipun pertumbuhannya kemungkinan lebih moderat dibandingkan periode ketika pasar otomotif sedang ekspansif,” ujar Dody kepada Kontan, Kamis (18/6/2026).

Menurut dia, ruang pertumbuhan asuransi kendaraan masih terbuka karena tingkat penetrasi asuransi kendaraan di Indonesia relatif rendah. Dody menjelaskan tidak semua pembelian kendaraan secara tunai disertai dengan perlindungan asuransi, berbeda dengan pembelian melalui perusahaan pembiayaan yang umumnya sudah dibundel dengan produk asuransi.

Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap risiko kecelakaan, bencana alam, serta biaya perbaikan kendaraan yang terus meningkat turut mendukung permintaan asuransi kendaraan.

Meski demikian, Dody mengingatkan pertumbuhan premi ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan penjualan kendaraan baru dan aktivitas pembiayaan otomotif.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil secara wholesales pada kuartal I-2026 mencapai 209.021 unit atau meningkat 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 205.539 unit.

Dody mengatakan lini asuransi kendaraan belum menjadi bisnis dominan dalam portofolio Asei. Namun, perusahaan saat ini tengah mengembangkan bisnis asuransi ritel, termasuk produk asuransi kendaraan bermotor.

Baca Juga: Bisnis Kartu Kredit BCA Masih Tumbuh, Outstanding Capai Rp 25,1 Triliun

Menurutnya, lini tersebut masih menunjukkan kinerja yang cukup baik dan tetap memberikan kontribusi positif terhadap portofolio perusahaan meskipun pasar kendaraan baru cenderung bergerak lebih lambat.

Melansir laporan keuangan perusahaan per Maret 2026, total premi bruto Asei tercatat sebesar Rp 334,71 miliar, melonjak 687,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 42,52 miliar.

“Pertumbuhan premi masih dapat dicapai meskipun tidak setinggi portofolio bisnis utama Asei, yaitu asuransi perdagangan dan jenis asuransi keuangan lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, Dody menyebut sejumlah faktor yang memengaruhi kinerja asuransi kendaraan, antara lain daya beli masyarakat, pertumbuhan kredit dan pembiayaan otomotif, tingkat suku bunga, harga kendaraan dan suku cadang, frekuensi klaim, hingga persaingan tarif premi yang ketat.

Ia juga menilai perkembangan kendaraan listrik mulai menciptakan peluang baru sekaligus tantangan dalam pengelolaan risiko bagi industri asuransi.

Untuk menjaga pertumbuhan dan profitabilitas bisnis, Asei memperkuat kualitas underwriting, meningkatkan bisnis perpanjangan polis, memperluas kerja sama dengan perusahaan pembiayaan, dealer, dan kanal digital, serta mengoptimalkan layanan digital dan proses klaim.

Dody menambahkan, perusahaan juga melakukan diversifikasi portofolio dan mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, termasuk perlindungan bagi kendaraan listrik.

“Secara keseluruhan, tantangan daya beli dan perlambatan pasar otomotif memang perlu diwaspadai. Namun dengan pengelolaan risiko yang disiplin, penguatan distribusi, dan fokus pada kualitas portofolio, bisnis asuransi kendaraan masih memiliki peluang untuk tumbuh secara sehat hingga akhir tahun 2026,” tuturnya.

Baca Juga: Relaksasi Kartu Kredit Diperpanjang, Bank Mandiri Optimistis Transaksi Makin Ngebut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×