Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Danamon Indonesia mencatat asset under custody (AUC) bisnis kustodian mencapai lebih dari Rp 100 triliun hingga Februari 2026. Nilai tersebut meningkat lebih dari 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Enterprise Banking & Financial Institution Director Danamon Thomas Sudarma mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan bisnis kustodian perseroan masih mampu bertahan di tengah dinamika pasar keuangan global dan domestik.
“Pada posisi Februari 2026, Danamon mencatat angka asset under custody di atas Rp 100 triliun. Angka ini mengalami peningkatan lebih dari 10% dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujarnya kepada Kontan belum lama ini.
Baca Juga: AUC Tumbuh 20%, BCA Optimistis Bisnis Kustodian Masih Prospektif
Thomas mengakui bisnis kustodian saat ini dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, mulai dari ketidakpastian global, kondisi makroekonomi, hingga tren penurunan suku bunga.
Selain itu, kondisi geopolitik juga membuat sebagian investor cenderung mengambil posisi wait and see atau memilih instrumen investasi yang lebih stabil. Situasi tersebut turut memengaruhi peluncuran produk reksadana baru di pasar.
Meski demikian, Danamon tetap optimistis pertumbuhan bisnis kustodian dapat terjaga hingga akhir tahun 2026. Bank Danamon menilai tren kenaikan AUC hingga Februari menjadi sinyal positif bagi kinerja bisnis tersebut.
Untuk mendukung pencapaian target AUC sepanjang tahun ini, Danamon akan mengandalkan sinergi ekosistem grup MUFG dan kolaborasi lintas lini bisnis.
Adapun sinergi tersebut mencakup lini Enterprise Banking & Financial Institution, segmen Small Medium Enterprise (SME), Consumer Banking, hingga pembiayaan otomotif melalui Adira Finance.
Danamon menilai kolaborasi antar unit usaha akan menjadi salah satu katalis utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis kustodian di tengah tantangan pasar global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













