kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bakal Jatuh Tempo, Bank Raya (AGRO) Siapkan Dana Pelunasan Obligasi Rp 239 Miliar


Selasa, 21 Juni 2022 / 11:04 WIB
ILUSTRASI. Direksi Bank Raya Indonesia (AGRO)


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menyiapkan kewajiban pelunasan surat utang yang bakal jatuh tempo. Anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ini telah menyiapkan dana Obligasi I BRI Agro Tahun 2017 Seri B dengan pokok sebesar Rp 239 miliar akan jatuh tempo pada tanggal 07 Juli 2022.

“Perseroan telah menyediakan dana untuk pembayaran Obligasi I BRI Agro Tahun 2017 Seri B sebesar Rp 239 miliar. Saat ini, penempatan dana tersebut berada pada High Quality Liquid Asset Perseroan,” tulis Kepala Divisi Keuangan dan Treasury Bank Raya Tutut Ardha Widhastri dalam keterbukaan informasi pada Selasa (21/6).

Asal tahu saja, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAA untuk Obligasi I/2017 Seri B senilai Rp 239 miliar yang diterbitkan AGRO) yang akan jatuh tempo pada 7 Juli 2022.

Pefindo menyebut, bank siap untuk melunasi obligasi tersebut didukung oleh aset likuid yang ditempatkan di Bank Indonesia (BI) dan bank lain senilai Rp 1,1 triliun pada akhir Maret 2022.

Baca Juga: Bank Raya (AGRO) Bukukan Laba Rp 47,71 Miliar pada Kuartal I 2022

"Efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan," kata Pefindo.

Menurut Pefindo, kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten-emiten lain adalah sangat kuat.

Bank Raya memfokuskan kegiatan perbankan pada gig economy dan beroperasi melalui 11 kantor cabang, 11 kantor cabang pembantu, 8 community branch, dan 3 kantor kas. Per 31 Desember 2021, saham perusahaan dimiliki oleh Bank BRI (85,7%), dan sisanya dimiliki oleh publik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×