kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Bangkok Bank Bidik Peluang Pembiayaan dari Ekspansi Perusahaan Thailand ke Indonesia


Selasa, 29 September 2026 / 19:56 WIB
Bangkok Bank Bidik Peluang Pembiayaan dari Ekspansi Perusahaan Thailand ke Indonesia
ILUSTRASI. Bangkok Bank di Jakarta (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bangkok Bank melihat peluang pembiayaan yang semakin besar seiring meningkatnya minat perusahaan Thailand untuk berekspansi ke Indonesia. Peluang tersebut terbuka mulai dari pembiayaan proyek, kredit korporasi, hingga layanan transaksi bagi perusahaan Thailand yang masuk ke pasar Indonesia.

Director and Senior Executive Vice President Bangkok Bank Kobsak Pootrakool mengatakan, jumlah perusahaan Thailand yang mengikuti kunjungan bisnis ke Indonesia terus meningkat. Dalam kunjungan terbaru, terdapat 37 perusahaan yang ikut serta, naik dari 24 perusahaan pada tahun pertama.

"Jumlah perusahaan semakin besar. Pada tahun pertama kami memiliki 24, dan kali ini kami memiliki 37. Ukuran perusahaannya juga semakin besar," ujar Kobsak dalam wawancara eksklusif di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: BRI Finance Catatkan Pertumbuhan Penyaluran Kredit 22,90% hingga Agustus 2026

Menurut Kobsak, perusahaan yang datang tidak lagi hanya berasal dari segmen usaha kecil dan menengah, tetapi juga mencakup perusahaan besar di Thailand. Mereka melihat Indonesia sebagai pasar penting untuk memperluas skala bisnis.

Kobsak mengatakan, Bangkok Bank telah menangkap peluang tersebut melalui pembiayaan yang disalurkan kepada nasabah Indonesia maupun perusahaan yang memiliki kepentingan bisnis lintas Thailand-Indonesia.

"Kami telah mengembangkan pinjaman melalui Permata Bank dan juga Bangkok Bank dengan pelanggan kami karena beberapa pelanggan kami sangat besar. Beberapa proyek juga sangat besar," katanya.

Menurut Kobsak, peluang pembiayaan tidak hanya berasal dari perusahaan Thailand yang masuk ke Indonesia, tetapi juga dari proyek-proyek investasi yang membutuhkan pembiayaan dalam skala besar.

Baca Juga: Kredit Ritel Belum Bergairah, Bank Jaga Kualitas Aset

Bangkok Bank, kata dia, telah terlibat dalam sejumlah proyek di sektor energi, termasuk pembiayaan proyek panas bumi (geothermal).

"Kami membiayai beberapa proyek geothermal. Kami juga membiayai banyak proyek baru yang telah berjalan di sini," ujar Kobsak.

Ke depan, Bangkok Bank juga melihat peluang dari perusahaan China, Jepang, dan Taiwan yang ingin masuk ke pasar Asia, termasuk Indonesia.

Selain sektor energi, Kobsak menyebut sektor emas, pusat data (data center), dan industri lainnya sebagai bidang yang memiliki prospek untuk digarap.

"Di area emas, di area energi, semuanya sangat menarik. Kami berpikir Indonesia juga akan memiliki kebutuhan yang besar dalam pusat data dan perusahaan industri lainnya," katanya.

Akuisisi Permata Bank dinilai memperbesar kapasitas Bangkok Bank dalam menangkap peluang tersebut. Sebelum mengakuisisi Permata Bank, Bangkok Bank hanya memiliki tiga perusahaan yang menjadi nasabah di Indonesia.

Kini, melalui Permata Bank, Bangkok Bank memiliki akses ke sekitar 250 perusahaan, sehingga dapat menawarkan layanan perbankan yang lebih luas kepada perusahaan yang melakukan ekspansi di Indonesia.

"Dengan Permata Bank, 250 perusahaan, sekarang kami bisa memberikan layanan yang tepat," kata Kobsak.

Menurut dia, pembiayaan bukan satu-satunya peluang bisnis. Bangkok Bank juga membidik pendapatan berbasis biaya (fee based income) dari layanan transaksi perbankan.

"Kalau memberikan pinjaman, kita tidak akan mendapatkan banyak uang dari bunga. Tetapi kalau kita memiliki fee based, maka itu akan menjadi sumber keuntungan yang sangat penting," ujarnya.

Karena itu, Bangkok Bank juga ingin meningkatkan bisnis transaction banking sekaligus mendorong perdagangan Thailand-Indonesia.

Kobsak menilai, peluang ekspansi perusahaan Thailand ke Indonesia masih besar. Saat ini, perusahaan Thailand baru menyumbang sekitar 2% dari pasar Indonesia, sehingga ruang pertumbuhannya masih terbuka.

Baca Juga: Kredit Ritel Belum Bergairah, Bank Jaga Kualitas Aset

Menurutnya, perusahaan Thailand membutuhkan pasar yang lebih besar untuk meningkatkan skala bisnis di tengah ketidakpastian global dan persaingan produk China.

Thailand memiliki populasi sekitar 60 juta jiwa, sementara Indonesia memiliki pasar yang jauh lebih besar. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan Thailand semakin tertarik masuk ke Indonesia.

"Sekarang kami melihat banyak pelanggan sangat tertarik di Indonesia," kata Kobsak.

Sejumlah sektor yang diminati antara lain makanan, produk konsumer, kemasan, dan kosmetik. Perusahaan Thailand juga mulai mencari distributor lokal, mitra bisnis, hingga mempertimbangkan pembangunan fasilitas produksi atau akuisisi perusahaan di Indonesia.

Kobsak mengatakan, Bangkok Bank tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga membantu mempertemukan perusahaan Thailand dengan mitra yang tepat di Indonesia.

"Lebih dari bantuan bank adalah memperkenalkan dengan partner yang tepat. Ketika Anda bekerja di luar negeri, sangat penting untuk bekerja dengan orang yang tepat," ujarnya.

Dengan meningkatnya minat perusahaan Thailand dan semakin luasnya jaringan Permata Bank, Bangkok Bank melihat koridor Thailand-Indonesia sebagai peluang untuk memperbesar bisnis pembiayaan sekaligus transaction banking.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×