kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Bank besar masih menghadapi tantangan mengembangkan digital banking


Selasa, 10 Juli 2018 / 15:19 WIB
ILUSTRASI. Pudja Unggul Kartima di acara digital banking in Indonesia 2018


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PwC Indonesia hari ini merilis riset mengenai perbankan digital Indonesia 2018. Dalam riset ini mengulas mengenai strategi digital sebagai strategi perusahaan.

Chairil Tarunajaya, Technology and Risk Consulting Leader PwC Indonesia bilang bank besar telah memulai perjalanan menunju transformasi digital.

"Namun masih ada tantangan dalam mengembangan pandangan yang sama tentang strategi digital bank ini," kata Chairil dalam paparan riset, Selasa (10/7).

Menurut riset PwC Indonesia, tercatat hanya 38% bank BUMN dan 44% bank BUKU IV (bermodal di atas Rp 30 triliun) telah memasukkan strategi digital sebagai bagian dari strategi perusahaan.

Meskipun demikian beberapa bank seperti bank daerah, bank lokal, bank BUMN dan bank syariah telah memulai inisiatif dalam perbankan digital.

Sebanyak 66% dari bankir yang disurvei, mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan stategi digital sebagian bagian dari strategi perusahaan.

Menurut catatan Pwc Indonesia, pengembangan digital banking ini bertujuan untuk pengembangan usaha. Pengembangan usaha ini terkait dengan peningkatan pengalaman nasabah dan karyawan.

Dengan pengembangan digital banking ini bankir berharap pendapatan dari digital banking bisa lebih dari 5% ke depannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×