kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Bank BUKU IV swasta siap implementasi Alipay dan WeChat Pay


Kamis, 14 Maret 2019 / 18:15 WIB
Bank BUKU IV swasta siap implementasi Alipay dan WeChat Pay


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV swasta, yaitu PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) siap mengakuisisi transaksi melalui dompet digital asal China yakni Alipay, dan WePay.

“Kita sudah merampungkan piloting kita. Dan sudah mengajukan izin kepada Bank Indonesia,” kata Direktur Konsumer CIMB Lani Darmawan kepada Kontan.co.id, Rabu (13/3).

Menggandeng WeChat Pay, piloting CIMB sebelumya dilakukan di daerah pusat wisata dengan jumlah wisatawan China cukup banyak seperti Bali. Sebelumnya Lani bilang, CIMB menargetkan implementasi penuh dapat dilaksanakan pada kuartal 1/2019. "Nanti kita tunggu kapan izin diberikan regulator,” lanjutnya.

Sementara Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja bilang saat ini perseroan masih menyiapkan infrastruktur terkait. Ia menargetkan September mendatang, BCA sudah siap mengimplementasikan.

“Saat ini masih proses, kalau September siap, kita mulai salah satu dulu. Entah Alipay atau WeChat Pay,” katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (14/3).

Hal berbeda justru terjadi di PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BBRI). Direktur Konsumer Handayani bilang implementasi transaksi Alipay melalui merchant perseroan terkendala beberapa hal.

“Kita sudah MoU, saat ini sedang siapkan untuk penetration test. Ini kan sistem baru, dengan format message yang dimiliki juga sangat berbeda sekali dengan yang biasa kami gunakan misalnya dengan Visa, Mastercard, atau JCB,” katanya kepada Kontan.co.id, Selasa (13/3).

Selain itu, Handayani mengaku terhambat lantaran dalam beberapa bulan terakhir perseroan tengah fokus mengintegrasikan ekosistem pembayaran digitalnya dengan merilis BRI Mobile (BRIMo), termasuk integrasi LinkAja.

Meski demikian ia optimis kerjasama dengan Alipay dapat rampung dan terlaksana akhir 2019 kelak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×