kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bank Danamon yakni rasio biaya kredit stabil di 2,4% pada tahun ini


Rabu, 24 April 2019 / 13:23 WIB
Bank Danamon yakni rasio biaya kredit stabil di 2,4% pada tahun ini

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengakhiri kuartal pertama tahun 2019, sejumlah bank mencatatkan penurunan biaya kredit alias cost of credit (CoC). Hal ini utamanya disebabkan oleh adanya perbaikan dari sisi kualitas kredit. Di sisi lain, perbankan juga lebih selektif menyalurkan kredit guna menjaga rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) tetap terjaga.

Ambil contoh, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN, anggota indeks Kompas100) yang per kuartal I 2019 lalu mencatatkan posisi CoC ada di level 2,4% atau membaik 10 basis poin (bps) dari periode tahun sebelumnya.


Meski secara rasio menurun, secara nominal biaya kredit perseroan naik tipis dari Rp 798 miliar di kuartal I 2018 menjadi Rp 810 miliar di kuartal pertama tahun ini atau tumbuh 1%. Namun, hal ini lebih disebabkan oleh meningkatnya realisasi kredit Danamon di kuartal I 2019 sebesar 6%.

Direktur Danamon Dadi Budiana menjelaskan, penurunan rasio biaya kredit dibandingkan tahun lalu dikarenakan pihaknya mulai mencatatkan perbaikan kualitas kredit di segmen enterprise. Pihaknya meyakini posisi di kuartal I 2019 tersebut dapat dijaga hingga akhir tahun.

"Arah CoC sendiri tahun ini akan di level sama 2,4%. Kalau NPL turun, bisa lebih baik dari posisi ini," jelasnya di Jakarta, Selasa (24/4). Adapun, per akhir Maret 2019 lalu posisi NPL gross Bank Danamon ada di posisi 2,8% membaik 40 bps dari periode yang sama tahun sebelumnya 3,2%.

Penurunan rasio biaya kredit Danamon, juga disebabkan adanya penurunan rasio pencadangan kredit (loan loss coverage ratio) dari 126,5% di kuartal I 2018 menjadi 114% di kuartal I 2019 atau turun 12,5%.

Meski begitu, Dadi menjelaskan posisi ini masih sejalan dengan kebijakan perusahaan. "Kami memang selalu berusaha menjaga di atas 110%. Saya kira di kuartal II ini bisa naik di atas 114%, bukan karena resiko tapi karena kebijakan kami," imbuhnya.





Close [X]
×