kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bank IBK (AGRS) Raup Laba Rp 103,4 Miliar Tahun 2022, Melesat 710%


Rabu, 15 Maret 2023 / 12:35 WIB
Bank IBK (AGRS) Raup Laba Rp 103,4 Miliar Tahun 2022, Melesat 710%
ILUSTRASI. Dok.?PT Bank IBK Indonesia Tbk.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) menorehkan kinerja cemerlang sepanjang tahun 2022. Laba bersih bank yang dikendalikan investor Korea Selatan ini membukukan laba bersih Rp 103,45 miliar. 

Capaian tersebut meningkat signifikan dari tahun 2021 yang saat itu hanya mengantongi net profit sebesar Rp 12,77 miliar. Pertumbuhannya mencapai 710%.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Selasa (14/3), melesatnya laba bersih Bank IBK Indonesia sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih serta ada keuntungan dari penjabaran transaksi valuta asing.

Sepanjang tahun lalu, bank ini meraup pendapatan bunga bersih Rp 407,7 miliar atau tumbuh 32,8% secara tahunan (year on year/yoy). Sedangkan pendapatan dari keuntungan transaksi valas mencapai Rp 101,9 miliar, padahal pada tahun 2021 justru mengalami kerugian Rp 4,3 miliar dari pos tersebut. 

AGRS juga berhasil melakukan ekspansi kredit cukup kencang tahun lalu. Total oustanding kredit bank ini mencapai Rp 8,06 triliun pada akhir 2022, meninkat 32,7% dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp 6,07 triliun.

Pertumbuhan kredit diimbangi dengan peningkatan penghimpunan dana masyarakat. Total dana pihak ketiga (DPK) bank ini mencapai Rp 8,37 triliun, tumbuh 32,4% daro tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp 6,32 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit dan DPK yang signifikan maka aset perseroan juga meningkat dari Rp 14,2 triliun menjadi Rp 18,3 triliun pada akhir 2022. 

Kualitas aset Bank IBK Indonesia masih terjaga baik. Rasio Non Performing Loan (NPL) secara gross pada akhir 2022 mencapai 1,99%, turun dari 2,07% pada tahun 2021. NPL net juga menurun dari 1,48% menjadi 1,33%.

Margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) perseroan tercatat sebesar 2,65%, naik tipis dari tahun sebelumnya yang mencapai 2,62%. 

Sementara likuiditasnya terbilang ketat dimana Loan to deposit ratio (LDR) perseroan ada di level 96,23%. 

Adapun dari sisi kecukupan permodalan masih sangat kuat dimana Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank IBK ada di level 43,45%, naik dari 39,67% pada tahun 2021. Modal inti perseroan meningkat menjaid Rp 4,11 triliun pada akhir 2022 dari 2,9 triliun tahun sebelumnya.

Modal inti bank ini meningkat setelah melakukan penambahan modal lewat rights issue tahun lalu. Tahun ini, persreoan juga berencana untuk kembali melakukan penguatan modal lewat rights issue dengan target dana yang ingin dihimpun sebesar Rp 1,2 triliun. 

"Rights issue ditargetkan pada semester I ini setelah dapat penyataan efektif dari OJK. Sesuai hasil RUPS, targte rights issue Rp 1,2 triliun dimana IBK Korean akan jadi pembeli siaga dengan dana yang disiapkan Rp 1 triliun," kata Alexander Frans Rori, Direktur Kepatuhan Bnak IBK Indonesia, Rabu (8/2). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×