kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.669   26,20   0,46%
  • KOMPAS100 732   4,13   0,57%
  • LQ45 557   3,79   0,69%
  • ISSI 197   0,36   0,19%
  • IDX30 316   1,45   0,46%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 83   0,39   0,47%
  • IDXV30 106   -0,47   -0,44%
  • IDXQ30 102   0,35   0,34%

Bank Indonesia tengah mengkaji implementasi blockchain


Selasa, 13 Februari 2018 / 19:04 WIB
ILUSTRASI. Dewan Gubernur Bank Indonesia


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) saat ini sedang mengkaji implementasi teknologi yang dipergunakan oleh mata uang virtual bitcoin yaitu blockchain. Selain blockchain, BI juga mengkaji implementasi Distributed Ledger Technology (DLT).

Onny Widjanarko, Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI mengungkapkan regulator sedang mengkaji implementasi dua teknologi ini. "Implementasi menunggu hasil kajiannya," kata Onny kepada Kontan.co.id, Senin (12/2).

Sebelumnya beberapa bank besar mengaku sedang menjajaki untuk mengimplementasikan teknologi blockchain. Teknologi blockchain ini masih relatif baru di dunia perbankan.

Dengan teknologi ini, memungkinkan bank melakukan pertukaran data tanpa menggunakan pihak ketiga pada proses transaksi. Dus, fungsi server sentral dalam transaksi digital akan hilang.

Hal ini karena nantinya bank tak perlu lagi menggunakan server dari pihak ketiga karena sifat blockchain yang desentralisasi. Namun data nasabah tetap tersimpan karena aman dan terenkripsi.

Dengan teknologi ini, maka bank tidak perlu membuat server sentral dan bersaing satu sama lain. Rico Usthavia Frans, Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri bilang masih akan mengkaji menggunakan teknologi baru ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×