Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Syariah Nasional (BSN) memperkuat sinergi dengan pengembang sebagai mitra utama dalam mendorong pertumbuhan ekosistem pembiayaan perumahan syariah. Hal itu dilakukan dengan menggelar Developer Gathering 2026.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, developer memegang peran strategis sebagai ujung tombak industri perumahan. Karena itu, BSN terus memperkuat kolaborasi dengan developer untuk mendorong ekspansi pembiayaan perumahan syariah yang berkelanjutan.
“Melalui Developer Gathering ini, kami ingin memperkuat kemitraan strategis sekaligus memberikan apresiasi kepada para developer yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis BSN,” ujar Alex dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026).
Alex menegaskan, sektor perumahan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan pembiayaan BSN, seiring kolaborasi yang solid dengan para mitra developer. Tahun lalu, aset
BSN tercatat tumbuh 20,51% dan pembiayaan tumbuh 25,02% secara tahunan.
Baca Juga: BSN Luncurkan Bale Syariah, Mobile Banking Syariah Menuju Superapps
Hingga akhir 2025, BSN mengoperasikan 118 outlet perbankan yang terdiri dari 36 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu, serta didukung 589 Kantor Layanan Syariah di berbagai wilayah Indonesia.
Developer Gathering 2026 digelar di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang, yang ditetapkan sebagai pilot project karena kontribusinya signifikan terhadap kinerja pembiayaan perumahan BSN.
“Keempat kota ini memiliki volume transaksi dan pertumbuhan proyek yang besar serta berdampak positif terhadap pertumbuhan pembiayaan konsumer dan kualitas portofolio,” jelas Alex.
Di Bandung, kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (7/2/2026) yang dihadiri 79 developer mitra BSN di Jawa Barat
Ke depan, BSN akan memperluas pelaksanaan Developer Gathering ke kota-kota lain sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi, hingga kepemilikan rumah.
Sementara itu, Direktur Konsumer BSN Mochamad Yut Penta menyebutkan hingga 2025, sekitar 98% portofolio pembiayaan BSN berada di sektor perumahan. Dari total portofolio tersebut, 63% disalurkan melalui KPR subsidi, 31% KPR nonsubsidi, dan 4% pembiayaan konstruksi.
Baca Juga: BSN Akselerasi Pengembangan Ekosistem Perumahan
Kontribusi BSN terhadap program pemerintah juga tercermin dari penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Pada 2025, realisasi FLPP nasional mencapai 278.868 unit, dengan BTN Group—yang terdiri dari BTN dan BSN—menguasai hampir 70% pangsa nasional.
Di sisi lain, SEVP Chief of Commercial Banking BSN Maqin U Norhadi mengungkapkan, total realisasi pembiayaan komersial BSN sepanjang 2020–2025 mencapai Rp12,39 triliun. Rinciannya, pembiayaan Yasa Griya sebesar Rp7,93 triliun atau 64% dan non-Yasa Griya Rp 4,45 triliun atau 36%.
Alex menegaskan, BSN akan terus membuka peluang bisnis baru yang berkelanjutan dengan tetap berlandaskan prinsip syariah. Fokus pada sektor perumahan dinilai sejalan dengan konsep Maqashid Syariah karena berbasis pada aktivitas ekonomi riil, produktif, dan non-spekulatif.
Selanjutnya: Askrindo dan BPD Kalteng Perkuat Pembiayaan UMKM Lewat Asuransi Kredit
Menarik Dibaca: 6 Drakor Jurnalis Pilihan Terbaik, Selami Dunia Berita di Balik Layar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













