kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.522   22,00   0,13%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank Mandiri genjot nasabah korporasi di Timur


Senin, 17 September 2012 / 13:27 WIB
ILUSTRASI. Simak kurs dollar rupiah di BRI jelang tengah hari ini, Rabu 28 Juli 2021. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Anna Suci Perwitasari |

JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) semakin serius menggarap pasar korporasi di Indonesia Tengah dan Timur. Beberapa daerah yang dibidik oleh bank berstatus Badan Usaha Milik negara (BUMN) itu adalah Nusa Tenggara dan Papua.

Di Nusa Tenggara sudah ada lima hingga enam nasabah. Sebagian besar mereka bergerak di bisnis perkebunan.

"Di Maluku juga sudah cukup baik sektor korporasinya tapi memang belum signifikan," kata Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Pahalan N. Masyuri saat ditemui di acara Indonesia Investment Forum 2012 Senin (17/9).

Mandiri melihat, potensi bisnis perkebunan di wilayah ini sangat tinggi. “Mengingat lahan di Pulau jawa sudah semakin terbatas, pengusaha membutuhkan lahan yang luas. Banyak dari mereka yang berekspansi ke luar,” tambah Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok.

Beberapa perkebunan yang dikembangkan adalah sawit, karet bahkan jagung dan tebu. Masuknya perkebunan menjadi salah satu tujuan pembiayaan Bank Mandiri memang sudah direncanakan untuk mendukung program pemerintah dalam rangka swasembada pangan.

"Kami ingin swasembada pangan dan perkebunan salah satu yang mendominasi total kredit korporasi karena portfolio perkebunan itu cukup besar," tambah Fransisca.

Tak heran jika akhirnya perusahaan pelat merah itu pun tengah menjajaki kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) untuk mengembangkan sektor perkebunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×