CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Bank Mandiri Terbitkan Perpetual Bond US$ 750 Juta, Ekonom Soroti Likuiditas & CAR


Jumat, 11 September 2026 / 17:33 WIB
Bank Mandiri Terbitkan Perpetual Bond US$ 750 Juta, Ekonom Soroti Likuiditas & CAR
ILUSTRASI. Mandiri - kontan native online (BANK MANDIRI/NATIVE)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menerbitkan surat utang (obligasi) baru berbentuk perpetual bond senilai US$ 750 juta dengan bunga 7,35%. Dengan asumsi kurs rupiah di Rp 17.500, nilai utang ini mencapai Rp 13,14 triliun. 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen menjelaskan bahwa obligasi ini merupakan instrumen modal Additional Tier 1 (AT1) Capital. Dengan kata lain, obligasi digunakan untuk memperkuat struktur permodalan bank. 

Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet melihat penerbitan obligasi ini memang relevan dengan posisi rasio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) Bank Mandiri secara bank only yang turun dalam setahun menjadi 17,5% per Juni 2026. 

Baca Juga: OJK Atur Penyeragaman Nama Unitlink Sesuai Subdana di RPOJK PAYDI,Ini Kata Prudential

Penurunan CAR itu, lanjut Yusuf, terjadi seiring pertumbuhan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) dalam periode yang sama serta pembagian dividen yang cukup besar, termasuk dividen interim Rp 6,16 triliun baru-baru ini. 

Secara teknis, Yusuf bilang dana dari penerbitan ini langsung menambah kas dan dapat membantu menurunkan tekanan likuiditas bank. Asal tahu saja, hingga Agustus 2026, posisi likuiditas Bank Mandiri memang ketat dengan rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) di 94,3%. 

Hanya saja, dampaknya terhadap likuiditas secara keseluruhan relatif kecil, mengingat nilainya hanya sekitar 0,5%–0,8% dari total aset. Nilai strategisnya terletak pada tambahan kapasitas modal untuk menopang pertumbuhan kredit tanpa membuat rasio permodalan kian tertekan.

Tekanan Likuiditas Bank Mandiri

Menurut Yusuf, kondisi likuiditas Bank Mandiri yang ketat sejatinya tak lepas dari pertumbuhan kredit yang boleh dibilang sangat pesat. 

Hingga Juli 2026, kredit bank tumbuh 19,40% secara tahunan menjadi Rp 1.595,84 triliun. Sebagai perbandingan, dalam periode yang sama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit industri perbankan tumbuh 13,58% secara tahunan menjadi Rp 9.135 triliun. 

Baca Juga: BCA Expo Jabodetabek 2026 Digelar, Tawarkan Bunga KPR Mulai 1,23% dan KKB 1,8%

Tak cuman pertumbuhannya mengungguli industri, portofolio kredit Bank Mandiri setara 17% kredit perbankan nasional. 

“Tekanan semakin terasa pada Mandiri yang memiliki peran besar dalam pembiayaan program pemerintah dan BUMN,” ujar Yusuf kepada Kontan, Jumat (11/9/2026). 

Kendati begitu, Yusuf bilang Bank Mandiri juga masih punya portofolio surat berharga yang besar, kas dan setara kas, serta akses ke repo. Aktivitas repo bahkan meningkat dalam beberapa bulan terakhir. 

Lebih lanjut ia bilang rasio LCR dan NSFR juga secara historis masih jauh di atas batas minimum. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bank belum berada dalam situasi yang membutuhkan tambahan dana eksternal agar operasional tetap berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×