Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mega Syariah memperkuat sinergi strategis dengan PT Berdikari melalui penandatanganan Nota Kesepahaman / Memorandum of Understanding (MoU), dalam pengembangan layanan keuangan syariah. Kolaborasi ini menghadirkan inovasi layanan keuangan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan ibadah kurban secara lebih aman, nyaman, dan terpercaya.
PT Berdikari menyatakan program tabungan kurban merupakan langkah strategis membangun ekosistem kurban terintegrasi di Indonesia. Inisiasi ini menghubungkan pekurban, perbankan syariah, lembaga zakat, dan peternak lokal secara digital, transparan, dan berkelanjutan.
“Melalui program ini, kami ingin memperkuat industri ruminansia nasional. Upaya ini untuk memastikan kepastian pasar bagi peternak, serta menghadirkan solusi perencanaan ibadah kurban yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat,” ujar Agung S. Mukti, General Manager Corporate Strategy & Digital Transformation PT Berdikari dalam siaran pers, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: Pembiayaan Flexi Mitra Mabrur Bank Mega Syariah Melonjak 180%
PT Berdikari sebagai BUMN Peternakan berkomitmen menghadirkan layanan kurban digital yang profesional, terpercaya, dan transparan, serta sesuai dengan prinsip dan kaidah syariah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Bank Mega Syariah, asosiasi peternak, dan Baznas guna memastikan tata kelola yang baik sekaligus memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Bank Mega Syariah, Rasmoro Pramono Aji (Oney) mengatakan kerja sama ini mencakup beberapa ruang lingkup utama, antara lain pengembangan Program Tabungan Rencana Kurban Bank Mega Syariah by Berdikari, kerjasama penempatan dana dan operasional perbankan, layanan perbankan digital dan transaksi, serta dukungan terhadap pengembangan bisnis Berdikari secara berkelanjutan.
Dalam aspek funding, kerja sama meliputi pembukaan rekening giro dan deposito untuk kebutuhan transaksi operasional Berdikari, serta kolaborasi Program Tabungan Rencana Kurban Berdikari. Program tersebut nantinya dapat dipasarkan kepada karyawan, anak perusahaan, mitra usaha, maupun masyarakat umum sebagai solusi perencanaan ibadah kurban yang terintegrasi dengan layanan keuangan syariah.
Baca Juga: Tabungan Haji Bank Mega Syariah Tumbuh Tinggi, Nasabah Gen Z Naik Signifikan
“Sinergi dengan Berdikari menjadi upaya Bank Mega Syariah dalam memberikan solusi keuangan syariah yang komprehensif bagi masyarakat. Kami berharap kerjasama ini juga dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak sekaligus mendorong inklusi keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Bank Mega Syariah optimistis dapat meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), memperluas basis nasabah, serta memperkuat posisi perseroan sebagai mitra keuangan syariah yang terpercaya bagi sektor korporasi dan masyarakat,
Hingga Desember 2025, total dana pihak ketiga (DPK) perseroan tercatat mencapai Rp12,36 triliun atau tumbuh 11,94% secara tahunan (year on year) dibandingkan posisi Desember 2024 sebesar Rp11,04 triliun (unaudited).
“Pertumbuhan funding yang positif menunjukkan kepercayaan nasabah yang terus meningkat kepada Bank Mega Syariah. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk memperbesar porsi dana murah sehingga dapat menekan biaya dana (cost of fund) dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” pungkas Oney.
Baca Juga: Transaksi QRIS Bank Mega Syariah Tumbuh di Atas 110%, Dorong Ekspansi Fitur pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













