kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

BCA Andalkan Dana Murah di Tengah Ketatnya Persaingan Likuiditas Perbankan


Senin, 29 Juni 2026 / 23:54 WIB
BCA Andalkan Dana Murah di Tengah Ketatnya Persaingan Likuiditas Perbankan
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi menggunakan mesin ATM (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus menjaga strategi penghimpunan dana secara selektif di tengah dinamika suku bunga dan persaingan likuiditas di industri perbankan.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, perseroan secara konsisten mencermati berbagai indikator sebelum menentukan tingkat suku bunga simpanan.

Menurutnya, kebijakan suku bunga BCA mempertimbangkan perkembangan suku bunga acuan, kondisi makroekonomi, risiko yang dihadapi, hingga dinamika likuiditas perbankan dan pasar yang dipengaruhi oleh permintaan serta penawaran dana.

"Dalam menentukan suku bunga, kami konsisten mencermati perkembangan suku bunga acuan, parameter makroekonomi lainnya, potensi risiko, kondisi likuiditas sektor perbankan, serta pasar yang dipengaruhi faktor permintaan dan penawaran," ujar Hera kepada Kontan, Senin (29/6/2026).

Baca Juga: Tumbuh 2,07%, BCA Kantongi Laba Rp 25,68 Triliun pada Mei 2026

Ia menambahkan, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada dasarnya dipengaruhi berbagai faktor makroekonomi, baik yang berasal dari kondisi global, regional, maupun domestik.

Di tengah kondisi tersebut, BCA masih mampu mencatatkan pertumbuhan penghimpunan dana yang solid. Hingga Maret 2026, total DPK BCA secara konsolidasi mencapai Rp 1.292,4 triliun atau tumbuh 8,3% secara tahunan (year on year/yoy).

Kontributor terbesar masih berasal dari dana murah atau current account saving account (CASA). Hingga akhir Maret 2026, saldo CASA BCA mencapai Rp 1.089 triliun atau tumbuh 11,2% yoy, dengan kontribusi sekitar 85,2% terhadap total DPK.

Baca Juga: Strategi BCA Jaga Bunga KKB di Tengah Kenaikan BI Rate Terkuak

Besarnya porsi dana murah tersebut menjadi salah satu penopang utama likuiditas BCA di tengah meningkatnya kompetisi penghimpunan dana di industri perbankan.

Untuk menjaga pertumbuhan bisnis, BCA juga terus mengembangkan strategi hybrid banking, yakni mengintegrasikan layanan perbankan digital dan jaringan fisik.

"Mencermati kebutuhan nasabah yang dinamis dan beragam, BCA secara konsisten mengusung konsep hybrid banking untuk memberikan layanan secara holistik, baik di ekosistem online maupun offline. Strategi ini dilakukan untuk mempertahankan posisi di pasar dan senantiasa bertumbuh," tutup Hera.

Baca Juga: BI Rate Naik Jadi 5,50%, BCA Jaga Keseimbangan Likuiditas dan Ekspansi Kredit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×