kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

BCA perkirakan likuiditas 2016 mengetat


Rabu, 13 Januari 2016 / 19:14 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk memprediksi pada 2016, likuiditas perbankan akan sedikit mengetat.

Ini merupakan imbas maraknya proyek pembangunan infrastruktur pemerintah.

Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016 menganggarkan dana infrastruktur sebesar Rp 313,5 triliun atau naik 8% dari tahun 2015.

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja, mengatakan meski likudiitas akan mengetat, tapi tidak membahayakan.

Jahja menargetkan pada 2016 ini LDR atau rasio kredit dan DPK bisa mencapai 80% - 82%.

Ini naik tipis dari realisasi Desember 2015 sebesar 81%.

“Kami jaga LDR di level yang aman, kareka kalau terlalu tinggi akan bahaya,” ujar Jahja, Rabu, (13/01).

Untuk pertumbuhan DPK, sampai Desember 2015, Jahja mengatakan mengalami peningkatan sebesar 7% menjadi Rp 358,3 triliun.

Dari jumlah itu sebanyak 77% dari tabungan sedangkan sisanya adalah dari giro dan deposito.

Pada 2016, Jahja mengatakan, bank berkode saham BBCA ini belum berencana untuk menambah likuiditas dari penerbitan pendaaan seperti obligasi.

Hal ini karena pada 2016, BCA akan fokus ke pencarian dana murah untuk menjaga struktur cost of fund perusahaan di tingkat optimal.

Jika kekurangan likudiitas, Jahja mengatakan BCA mempunyai opsi untuk mencari pendanaan dari deposito.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×