Reporter: Aura Putri | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tidak tertarik kembali melakukan ekspansi ke pasar perbankan internasional. Pengalaman BCA yang pernah memiliki operasi di sejumlah negara hingga akhirnya ditutup membuat perseroan memilih menggarap potensi bisnis di dalam negeri.
Presiden Komisaris BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, ekspansi ke luar negeri membuat bank harus menghadapi persaingan dengan pemain lokal di sana, termasuk dalam menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Kondisi tersebut berpotensi menekan profitabilitas sekaligus meningkatkan Non Performing Loan (NPL).
“Kalau kita memang tidak punya kemampuan ke luar negeri, jangan coba-coba. Mendingan kita menjadi macan di negara sendiri,” ujar Jahja dalam acara Navigating The Economy Across Generation di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Baca Juga: Pembiayaan Kendaraan Dominasi Penyaluran lewat Kanal Digital CNAF hingga Agustus 2026
Menurut Jahja, ketika masuk ke pasar baru, bank harus menawarkan suku bunga simpanan yang tinggi untuk menarik dana masyarakat. Agar tetap memperoleh margin, bunga kredit yang diberikan juga harus lebih tinggi dibandingkan pemain lokal.
“Profitnya kecil. Logic sense saya mengatakan no, better you work out di Indonesia,” katanya.
Jahja menyebut BCA sebelumnya pernah memiliki operasional branch di Amerika Serikat, Belanda, Hong Kong, Singapura dan sejumlah negara lainnya. Namun, akhirnya ditutup satu per satu.
Sebaliknya, BCA masih melihat peluang di berbagai daerah di Indonesia. Jahja mengatakan adanya perkembangan bisnis BCA setelah membuka cabang di Labuan Bajo.
“Jadi saya lebih baik mengincar daerah-daerah di Indonesia yang punya potensial untuk kita buka cabang,” tuturnya.
Baca Juga: CNAF Catat Incoming Pembiayaan Digital Rp 17,5 Triliun hingga Agustus 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














