kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Beban klaim naik, hasil underwriting asuransi umum susut


Senin, 16 April 2018 / 17:15 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Asuransi Jiwa


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha asuransi umum mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif di tahun ini. Meski begitu, rupanya pertumbuhan ini belum bisa dibarengi efisiensi yang memadai.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per bulan Februari 2018 kemarin pelaku usaha di sektor industri ini mencatatkan perolehan premi bruto sebesar Rp 9,67 triliun. Angka ini lebih tinggi 18,8% dari posisi pada periode yang sama di tahun lalu sebanyak Rp 8,13 triliun.

Tapi di sisi yang lainnya, hasil underwriting yang didapat pemain asuransi umum justru mencatatkan penurunan sebesar 8,03%. Yakni dari Rp 1,85 triliun menjadi Rp 1,7 triliun.

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe, penurunan hasil underwriting ini antara lain disebabkan kenaikan beban yang jauh di atas pertumbuhan pendapatan underwriting dari pelaku industri.

Sampai dua bulan pertama tahun ini, jumlah pendapatan underwriting asuransi umum mencapai Rp 4,2% menjadi Rp 4,73 triliun. Tapi di saat yang sama beban underwriting justru melompat 12,6% menjadi Rp 3 triliun.

"Kenaikan beban ini diantaranya dari kenaikan beban klaim netto sebesar 11%," kata dia, Senin(16/4).

Dengan pertumbuhan beban yang cukup tinggi ini, Dody mengakui hasil underwriting dari pelaku industri asuransi umum pun harus ikut terpangkas di awal tahun ini.

Di sisi lain, memang terdapat kenaikan komisi dibayar yang cukup tinggi yakni mencapai 18,7% menjadi Rp 1,5 triliun. Namun hal ini dinilai masih terbilang wajar karena kenaikan tersebut setara pertumbuhan premi bruto yang didapat pelaku industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×