kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Begini Ikhtiar Bank Muamalat Menjaga NPF Net di Bawah 1%


Sabtu, 01 Oktober 2022 / 16:20 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tidak mau mengulang kesalahan di masa lalu, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyatakan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Direktur Utama Bank Muamalat Achmad Kusna Permana menargetkan bisa menjaga pembiayaan bermasalah bersih atau non performing finance (NPF) net di bawah 1%. 

Maklum, di masa lalu Bank Muamalat pernah mencatatkan NPF gross di level 5,41% di Juni 2019. Adapun per Juni 2022, NPF gross di level 2,22% dan NPF net di posisi 0,66%. 

“Sekarang Bank Muamalat sudah jelas risk appetite-nya, kita tidak mau kemana-mana lagi. Fokus di ekosistem Islam juga ekosistem haji dan umrah. Baik untuk ritelnya maupun UMKM yang sangat targeted,” ujar Permana di Jakarta pada Jumat (30/9). 

Baca Juga: LPS: Suku Bunga Simpanan Perbankan Naik 11 bps Sejak Akhir Agustus

Untuk segmen korporasi, bank Muamalat hanya ingin menyalurkan pembiayaan ke sektor BUMN dan perusahaan dengan rating AAA. Walaupun ia mengakui margin yang diperoleh akan relatif kecil.

“Tidak masalah margin relatif kecil, yang penting tumbuh dulu jangan agresif kemana-kemana, target nya disini. Terlebih dalam dua tahun terakhir kami tidak menyalurkan pembiayaan karena fokus pada pencarian pemodal,” paparnya. 

Dengan strategi itu, ia berharap NPF net bisa dijaga di bawah 1%. Ia menyebut setiap penyaluran pembiayaan memiliki risiko, terlebih di masa pasca pandemi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×