kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.537   7,00   0,04%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Bencana alam membuat kredit macet BCA bertambah


Minggu, 16 Februari 2014 / 11:16 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan pemberian BSU di Banabungi, Kabupaten Buton, Selasa, 27 September 2022. Penyaluran baru 48,3%, begini cara cek penerima BSU 2022 tahap 3 yang cair pekan ini di kemnaker.go.id.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Bank Central Asia (BCA) Tbk diproyeksikan akan mengalami kenaikan kredit macet, terutama yang berasal dari daerah yang terkena bencana. Seperti diketahui, bencana alam banyak melanda negeri ini sejak Januari lalu.

Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA, berharap agar bencana alam tersebut tidak membuat kredit para nasabah macet. Jika memang nasabah tersebut memang kesusahan membayar kredit, Jahja menyatakan pihaknya akan memberikan keringanan.

"Ya kita harapkan sih enggak sampai macet yang benar-benar enggak bayar yah," ujar Jahja, di Hotel Kempinsky, Jumat (14/2/2014).

Jahja mengungkapkan, dengan adanya bencana alam erupsi Gunung Kelud, kredit macet BCA semakin bertambah. Saat ini BCA masih menghitung jumlah kredit macet akibat erupsi.

"Nah kalau di Kelud kita belum tahu nih. Kan baru saja kejadian yah," ungkap Jahja.

Jahja menambahkan untuk bencana alam akibat Gunung Sinabung, BCA mengalami kredit macet hingga Rp 6,5 miliar. Sedangkan banjir bandang di Manado BCA mengalami kredit macet sampai Rp 125 miliar.

"Di Sinabung itu ada sekitar Rp 6,5 miliar. Di Manado ada Rp 125 miliar," jelas Jahja. (Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×