kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Berikut strategi Kredivo hindari kredit macet


Rabu, 04 Oktober 2017 / 23:27 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredivo memberikan kemudahan dalam melakukan pembayaran di 130 e-commerce. Saat ini Kredivo mampu memproses transaksi e-commerce bernilai jutaan dollar per bulan.

Agar menghindari kredit macet, Kredivo telah menyiapkan beberapa strategi. Chief of Technology Kredivo Alie Tan mengatakan Kredivo memiliki teknologi yang mampu memprediksi kredit macet bagi penggunanya. Teknologi ini secara otomatis akan mengingatkan pengguna secara berkala yang berpotensi telat membayar cicilan.

"Yang bakal telat lima hari, dua hari, itu kita kirimkan remindernya melalui sms, email, dan aplikasi. Setelah telat pun juga diingatkan beserta besaran pembayaran. Remainder ini didesain agar pengguna merasa nyaman ketika tagihannya jatuh tempo," ungkap Alie kepada KONTAN pada Rabu (4/10).

Alie melanjutkan bila pengguna masih belum membayar maka pihak Kredivo akan mendatangi kediaman penggunanya. Sejauh ini Alie mengakui pengguna Kredivo patuh dalam membayar tagihan. Sebab sejak awal Kredivo selektif terhadap calon penggunanya.

Terkait perizinan yang dikantongi oleh Kredivo dalam memberikan pinjaman, Alie menjelaskan bahwa induk Kredivo yakni FinAccel sudah menggandeng PT BFI Finance Indonesia Tbk. Maka pada prosesnya Kredivo menggunakan uang dari PT BFI Finance Indonesia yang telah memiliki perizinan.

Asal tahu saja, agar dapat melakukan pembayaran ke Kredivo pengguna dapat melakukan pembayaran melalui bank dan Indomaret. Saat ini Kredivo telah bermitra dengan berbagai perusahaan bank seperti BCA, Mandiri, Permata, ATM Bersama dan ATM Prima. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×