kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

BI Catat IKK Turun, Jasindo Soroti Pentingnya Literasi Asuransi Ritel


Senin, 12 Oktober 2026 / 18:29 WIB
BI Catat IKK Turun, Jasindo Soroti Pentingnya Literasi Asuransi Ritel
ILUSTRASI. Sekretaris Perusahaan Jasindo Brellian Gema Widayana (Dok./Jasindo)


Reporter: Secillia Hafifah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan indeks keyakinan konsumen (IKK) yang tercatat Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati industri asuransi umum. 

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi prioritas pengeluaran masyarakat, termasuk dalam membeli produk asuransi.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brillian Gema mengatakan, perubahan daya beli dan keyakinan konsumen dapat memengaruhi permintaan asuransi umum. 

Namun, kebutuhan masyarakat untuk melindungi aset dan memitigasi risiko finansial juga menjadi faktor yang menentukan.

“Perubahan daya beli dan keyakinan konsumen tentu menjadi salah satu faktor yang kami cermati karena dapat memengaruhi prioritas pengeluaran masyarakat,” ujar Brillian kepada Kontan, Senin (12/10/2026).

“Namun, permintaan asuransi umum tidak hanya ditentukan oleh kondisi konsumsi, tetapi juga oleh kebutuhan masyarakat untuk melindungi aset dan memitigasi risiko finansial,” tambahnya.

Baca Juga: Strategi Asuransi Jasindo Perkuat Lini Properti pada Kuartal IV-2026

Ia menambahkan, peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan asuransi menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pasar asuransi ritel.

Bagi Jasindo, segmen ritel tetap menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan perlindungan asuransi kepada masyarakat. 

Perusahaan mengevaluasi perkembangan bisnis dengan mempertimbangkan potensi pasar, kebutuhan nasabah, serta kualitas portofolio yang dikelola melalui pendekatan Risk Management Partnership.

“Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan premi, tetapi juga pada pengembangan bisnis yang berkelanjutan melalui produk yang relevan, penguatan kanal distribusi, peningkatan kualitas layanan, serta komunikasi yang lebih efektif mengenai manfaat asuransi,” kata Brillian.

Ke depan, Jasindo akan terus mendorong pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah agar perlindungan asuransi semakin mudah diakses dan dipahami masyarakat.

“Kami ingin memperkuat pemahaman bahwa asuransi bukan sekadar biaya, melainkan instrumen untuk mengantisipasi risiko dan menjaga stabilitas finansial ketika terjadi kejadian yang tidak diharapkan,” tutupnya.

Baca Juga: Jasindo Terapkan Strategi Ini Antisipasi Peningkatan Risiko Akibat Bencana Alam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×