kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

BI ingin ada bank BUMN yang menjadi pemain utama di pasar syariah


Jumat, 15 Juli 2011 / 16:15 WIB
ILUSTRASI. IHSG berhasil menguat 0,65% di level 4.958,77 pada Senin, 5 Oktober 2020. Hari ini, IHSG bisa naik lagi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.


Reporter: Nina Dwiantika |

JAKARTA. Pembentukan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbasis syariah dinilai oleh Bank Indonesia (BI) sebagai salah satu upaya meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia.

“Untuk mendongkrak market share perbankan syariah bisa saja ada yang dikonversi. Namun harus dikaji dulu jika ada bank milik pemerintah yang mau,” ucap Kepala Biro Penelitian, Pengembangan dan Pengaturan Perbankan Syariah Bank Indonesia Tirta Segara, Jumat (15/7).

Namun jika bank syariah ingin meningkatkan market share, cara tersebut bukan menjadi satu-satunya jalan. “Melainkan seperti meningkatkan penyaluran dana haji kemudian menerapkan tax neutrality,” lanjut Tirta.

Sebelumnya, BI mengharapkan adanya bank plat merah yang menjalankan sistem syariah. Hal ini disampaikan oleh Deputi Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Mulya Siregar. Ada tiga wacana untuk memperoleh hal itu yakni pembentukan lembaga baru, konversi dari bank BUMN atau penyatuan berbagai anak usaha syariah bank BUMN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×