kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

BI ingin ada bank BUMN yang menjadi pemain utama di pasar syariah


Jumat, 15 Juli 2011 / 16:15 WIB
ILUSTRASI. IHSG berhasil menguat 0,65% di level 4.958,77 pada Senin, 5 Oktober 2020. Hari ini, IHSG bisa naik lagi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.


Reporter: Nina Dwiantika

JAKARTA. Pembentukan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbasis syariah dinilai oleh Bank Indonesia (BI) sebagai salah satu upaya meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia.

“Untuk mendongkrak market share perbankan syariah bisa saja ada yang dikonversi. Namun harus dikaji dulu jika ada bank milik pemerintah yang mau,” ucap Kepala Biro Penelitian, Pengembangan dan Pengaturan Perbankan Syariah Bank Indonesia Tirta Segara, Jumat (15/7).

Namun jika bank syariah ingin meningkatkan market share, cara tersebut bukan menjadi satu-satunya jalan. “Melainkan seperti meningkatkan penyaluran dana haji kemudian menerapkan tax neutrality,” lanjut Tirta.

Sebelumnya, BI mengharapkan adanya bank plat merah yang menjalankan sistem syariah. Hal ini disampaikan oleh Deputi Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Mulya Siregar. Ada tiga wacana untuk memperoleh hal itu yakni pembentukan lembaga baru, konversi dari bank BUMN atau penyatuan berbagai anak usaha syariah bank BUMN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×