kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

BI menjamin CAR perbankan tak menyusut seperti perkiraan IMF


Jumat, 23 September 2011 / 15:28 WIB
ILUSTRASI. Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) M. Lutfi


Reporter: Astri Kharina Bangun

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengaku tak gentar dengan pernyataan Dewan Moneter Internasional (IMF) mengenai tidak terlindungnya perbankan negara-negara emerging sebagai konsekuensi pelemahan ekonomi global.

"Kami belum melihat penurunan seperti yang diprediksi IMF,” ujar Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah, Jumat (23/9).

BI memaparkan, dari hasil stress test yang dilakukan BI dalam skenario terburuk, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan nasional masih terjaga di atas 8% saat risiko resisi naik.

Sebelumnya, dalam Laporan Stabilitas Finansial Global yang IMF yang dirilis Rabu (21/9), lembaga keuangan ini mengungkapkan kemungkinan penurunan kecukupan modal perbankan emerging market akibat dampak penurunan kinerja perbankan di Eropa. Perkiraan IMF, kecukupan modal perbankan di negara berkembang bisa menyusut hingga 6%.

"Modal aman. Kredit konsumsi juga tidak ada bubble," kata Halim. Sebelumnya Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad memaparkan kredit perbankan nasional masih bisa tumbuh di atas 24%. Hal ini lantaran kemampuan modal perbankan masih sangat besar. Hingga Juli 2011 rata-rata CAR perbankan mencapai 17,24%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×