kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

BI proyeksikan NPL 2,4% pada akhir tahun


Selasa, 09 Desember 2014 / 16:40 WIB
ILUSTRASI. Keputusan BI menahan suku bunga yang belum menurunkan bunga memberikan gambaran investor bahwa BI mengutamakan stabilitas. KONTAN/Fransiskus Simbolon/05/09/2018


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan kenaikan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) masih berada di level wajar, karena adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penyaluran kredit.

Darsono, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, mengatakan, perbankan mencatat kenaikan kredit bermasalah menjadi 2,35% per Oktober 2014, dari posisi 1,8% pada periode lalu.

“Perbankan akan mencatat rasio NPL sebesar 2,4% gross pada akhir tahun,” kata Darsono, Selasa (9/12). Menurutnya, rasio kredit bermasalah ini berasal dari sektor kredit komoditas yang tengah mengalami penurunan harga dan permintaan, seperti pertambangan dan batubara.

Darsono bilang, ke depan, perbankan masih mampu mengendalikan laju kredit bermasalah, karena mereka sudah mengantisipasi risiko sejak dini. "NPL naik masih wajar itu masih dalam level yang rendah dari batas atas sebesar 5%," tambahnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×