kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

BI Rate Ditahan di Level 5,75%, ACC Siapkan Penyesuaian Bunga Pembiayaan Terukur


Minggu, 27 September 2026 / 20:29 WIB
BI Rate Ditahan di Level 5,75%, ACC Siapkan Penyesuaian Bunga Pembiayaan Terukur
ILUSTRASI. Kinerja Pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75%. Kondisi itu menunjukkan bahwa BI Rate belum juga turun, usai naik 100 basis poin (bps) sepanjang tahun ini.

PT Astra Sedaya Finance atau yang dikenal sebagai Astra Credit Companies (ACC) menyikapi dengan positif keputusan BI yang menahan suku bunga acuan di level 5,75%. Terkait dampaknya terhadap bunga pembiayaan, EVP Corporate Communication & Strategy ACC Riadi Prasodjo mengatakan pergerakan bunga pembiayaan akan terus dicermati, serta mempertimbangkan kondisi pasar dan daya beli konsumen perusahaan. 

"Penyesuaian bunga dapat dilakukan, tetapi akan secara terukur dengan tetap memperhatikan daya beli konsumen dan kualitas portofolio pembiayaan perusahaan," ujarnya kepada Kontan, Minggu (27/9/2026).

Baca Juga: Perkuat Segmen Non-urban, BMRI Perluas Digitalisasi UMKM Lewat Livin’ Merchant

Riadi menerangkan produk pembiayaan yang kompetitif di pasar akan menjadi kunci. Dia bilang perusahaan senantiasa melakukan perbaikan kualitas produk dan layanan konsumen, baik melalui pengembangan dan adaptasi teknologi terbaru yang dapat meningkatkan produktifitas perusahaan, maupun efisiensi internal. 

Dengan demikian, dia bilang daya saing yang dirasakan konsumen tetap terjaga dan disertai kualitas aset perusahaan tetap stabil. 

Mengenai penyesuaian bunga pembiayaan pada sisa tahun ini, Riadi mengatakan ACC akan terus memantau perkembangan suku bunga, kondisi pasar, dan biaya pendanaan. Dia bilang setiap penyesuaian akan dilakukan secara bertahap dan terukur, sesuai dengan kondisi dan strategi bisnis perusahaan. 

Sebagai contoh, Riadi menyebut penyaluran pembiayaan kendaraan baru relatif sedang dalam kondisi yang cukup positif, dengan pertumbuhan penjualan mobil pada 2026. Dengan demikian, dia menyampaikan penyesuaian bunga pembiayaan dapat dilakukan melalui pertimbangan komposisi produk, wilayah pembiayaan, segmentasi maupun kombinasi dari semuanya yang didasari berbasis risiko. 

"Selain itu, perusahaan terus berupaya mengoptimalkan komposisi dan instrument pendanaan yang tetap berimbang untuk memberikan nilai tambah, serta daya saing kepada masyarakat dan konsumen Indonesia," tutunrya.   

Sementara itu, Riadi mengungkapkan ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi besaran bunga pembiayaan. Dia bilang besaran bunga pembiayaan dipengaruhi faktor biaya dan komposisi pendanaan, suku bunga acuan, serta kondisi pasar dan daya beli masyarakat. 

Selain itu, Riadi menerangkan produktifitas dan efisiensi internal akan mampu berperan sebagai bantalan terhadap perubahan suku bunga ke konsumen. Hal itu juga diharapkan mampu memperkuat positioning perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional dan pembiayaan kendaraan bermotor di Indonesia. 

Baca Juga: Peminjam Usia Produktif Sumbang Kredit Bermasalah Terbesar, Pinjol Perketat Seleksi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×