kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.577   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI Terus Kaji Komponen NIM


Jumat, 05 Maret 2010 / 17:15 WIB


Reporter: Roy Franedya | Editor: Johana K.

Bank Indonesia (BI) terus berusaha untuk menekan tingginya bunga kredit dengan menerapkan benchmark dari net interets margin (NIM). BI berharap dengan adanya benchmark ini, maka regulator bank bisa memberikan opsi kepada bank untuk melakukan efisiensi pada bagian yang masih bisa ditekan.

Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan, BI telah menetapakan empat komponen benchmark untuk NIM. Yakni, biaya dana, biaya overhead, biaya premi resiko dan profit margin. "Benchmark itu sudah ada dan sudah disimulasikan. Setelah disimulasikan benchmark itu bisa kita pakai. Sekarang kami minta ke bank-bank melaporkan benchmark itu,"ujarnya.

Halim bilang, adanya benchmark ini bukan berarti pihaknya akan mengatur tentang berapa standar overhead dan biaya dana. "Kita tidak sampai kesitu, kita tahu dulu masalahnya baru kita cari solusi, potensi efisiensi dimana bisa dilakukan," ujarnya.

Halim menambahkan pengumpulan data ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Maklum, masing-masing bank punya model bisnis yang berbeda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×