kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.135   100,00   0,55%
  • IDX 5.912   39,07   0,67%
  • KOMPAS100 769   5,82   0,76%
  • LQ45 587   4,49   0,77%
  • ISSI 203   0,67   0,33%
  • IDX30 333   2,19   0,66%
  • IDXHIDIV20 411   0,93   0,23%
  • IDX80 88   0,82   0,94%
  • IDXV30 111   0,16   0,14%
  • IDXQ30 107   0,26   0,24%

BI Terus Kaji Komponen NIM


Jumat, 05 Maret 2010 / 17:15 WIB


Reporter: Roy Franedya | Editor: Johana K.

Bank Indonesia (BI) terus berusaha untuk menekan tingginya bunga kredit dengan menerapkan benchmark dari net interets margin (NIM). BI berharap dengan adanya benchmark ini, maka regulator bank bisa memberikan opsi kepada bank untuk melakukan efisiensi pada bagian yang masih bisa ditekan.

Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan, BI telah menetapakan empat komponen benchmark untuk NIM. Yakni, biaya dana, biaya overhead, biaya premi resiko dan profit margin. "Benchmark itu sudah ada dan sudah disimulasikan. Setelah disimulasikan benchmark itu bisa kita pakai. Sekarang kami minta ke bank-bank melaporkan benchmark itu,"ujarnya.

Halim bilang, adanya benchmark ini bukan berarti pihaknya akan mengatur tentang berapa standar overhead dan biaya dana. "Kita tidak sampai kesitu, kita tahu dulu masalahnya baru kita cari solusi, potensi efisiensi dimana bisa dilakukan," ujarnya.

Halim menambahkan pengumpulan data ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Maklum, masing-masing bank punya model bisnis yang berbeda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×