kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BII Kaji Penggabungan Bisnis Syariah


Kamis, 22 Juli 2010 / 08:45 WIB


Reporter: Andri Indradie | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) punya agenda besar tahun ini. Menurut rencana, BII akan melakukan penggabungan bisnis syariah. Caranya, melakukan spin off atau memisahkan Unit Usaha Syariah (UUS) BII Syariah dan menggabungkannya dengan hasil konversi Bank Maybank Indocorp menjadi Bank Umum Syariah (BUS).

Saat ini BI sedang memproses perizinan konversi Maybank Indocorp menjadi BUS. Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI) Mulya E. Siregar mengatakan, perizinan setidaknya bisa keluar di semester II tahun ini.

Mulya mengaku, izin tak bisa secepat yang diperkiraan semula.Pasalnya, ada perubahan rencana oleh BII. Awalnya, BII berniat mempertahankan, baik UUS BII Syariah maupun Maybank Indocorp. "BII Syariah untuk bisnis ritelnya, sedangkan Maybank Indocorp khusus untuk bisnis korporasi," kata Mulya, Rabu (21/7).

Division Head of Corporate Communication BII Esti Nugraheni membantah berita tersebut. Menurut Esti, dalam waktu dekat BII belum ada rencana menggabungkan
bisnis syariah. "Bahwasanya Maybank Indocorp akan menjadi Maybank Syariah memang betul. Tetapi BII sendiri belum ada rencana penggabungan atau merger ini," elaknya.

Meskipun demikian, Esti tak menampik kemungkinan ke depan bisa terjadi opsi penggabungan bisnis ini. "Intinya, kami mempertimbangkan segala opsi yang terbaik ke depan," imbuh Esti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×