kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.875   -113,00   -0,63%
  • IDX 6.131   9,19   0,15%
  • KOMPAS100 794   1,03   0,13%
  • LQ45 608   -0,55   -0,09%
  • ISSI 213   1,32   0,62%
  • IDX30 337   -0,70   -0,21%
  • IDXHIDIV20 428   1,44   0,34%
  • IDX80 91   0,11   0,13%
  • IDXV30 116   0,84   0,73%
  • IDXQ30 110   0,10   0,09%

BNC: AI Buka Peluang Baru untuk Layanan Perbankan yang Lebih Personal


Rabu, 30 September 2026 / 11:57 WIB
BNC: AI Buka Peluang Baru untuk Layanan Perbankan yang Lebih Personal
ILUSTRASI. BNC ungkap, teknologi AI memiliki cakupan lebih luas, termasuk membantu mengenali pola, analisis, mengidentifikasi potensi risiko hingga efisiensi (DOK/PT Bank Neo Commerce )


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) mulai membuka peluang baru bagi industri perbankan untuk meningkatkan layanan kepada nasabah.

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mengatakan, perkembangan AI tidak hanya berpotensi meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengubah cara bank memahami kebutuhan nasabah, mengelola risiko hingga mengembangkan produk dan layanan.

Direktur Operasional & Teknologi Informasi Bank Neo Commerce Adrian Soewardjo menjelaskan, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga industri perbankan perlu terus mengikuti dan memahami pemanfaatannya.

Baca Juga: Allo Bank: Penempatan Kas Pemerintah di Bank Berpotensi Tekan CoF

“Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, termasuk AI. Bagi kami, penting untuk terus mengikuti dan memahami perkembangan tersebut, termasuk melihat bagaimana teknologi ini dapat memberikan manfaat bagi industri perbankan dan masyarakat,” ujar Adrian dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, penerapan AI tetap perlu memperhatikan kesiapan teknologi, keamanan, tata kelola serta kebutuhan nasabah.

Salah satu perkembangan yang dinilai menarik adalah pergeseran layanan perbankan dari yang sebelumnya bersifat responsive menjadi semakin predictive.

Dengan pemanfaatan teknologi dan data yang tepat, bank berpeluang memberikan informasi maupun layanan yang lebih relevan berdasarkan kebutuhan dan konteks nasabah. Namun, penerapannya tetap harus memperhatikan privasi, keamanan, persetujuan nasabah dan prinsip kehati-hatian.

AI juga berpotensi digunakan di berbagai area perbankan, mulai dari customer service, fraud detection, risk management, credit assessment, compliance, data analytics, hingga pengembangan produk dan layanan.

BNC menjelaskan, perkembangan AI di sektor perbankan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan generative AI maupun chatbot. Teknologi AI memiliki cakupan lebih luas, termasuk membantu mengenali pola, mendukung analisis, mengidentifikasi potensi risiko hingga meningkatkan efisiensi sejumlah proses.

Baca Juga: LPS: Sekitar 99,94% Rekening Bank Umum Dijamin Penuh hingga Rp 2 Miliar

Perkembangan agentic AI, misalnya, mulai membuka peluang bagi sistem AI untuk tidak hanya memberikan informasi atau rekomendasi, tetapi juga membantu menjalankan serangkaian proses berdasarkan parameter dan kewenangan tertentu.

Meski demikian, semakin besar kemampuan teknologi, semakin besar pula kebutuhan terhadap pengawasan, keamanan, auditability dan pembatasan kewenangan.

“Semakin besar kemampuan teknologi, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan teknologi tersebut digunakan secara tepat. Dalam industri perbankan, aspek trust menjadi sangat penting,” kata Adrian.

Ia menambahkan, kualitas data, keamanan, governance dan human oversight tetap menjadi bagian penting dalam pemanfaatan AI di industri keuangan.

Selain itu, kesiapan infrastruktur, cybersecurity, kompetensi sumber daya manusia serta kemampuan mengelola risiko menjadi faktor yang menentukan keberlanjutan pemanfaatan teknologi AI.

BNC juga menyoroti pentingnya tata kelola dalam pemanfaatan AI. Kerangka Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia yang diterbitkan OJK pada 2025 menjadi salah satu acuan dalam melihat aspek tata kelola dan manajemen risiko AI di sektor perbankan.

 

Di tengah perkembangan teknologi, peran manusia juga dinilai tetap penting. Meski semakin banyak proses dapat dibantu teknologi, manusia masih dibutuhkan dalam judgement, empati, pengambilan keputusan, pengawasan dan memahami konteks nasabah.

“Teknologi seharusnya menjadi sarana untuk memberikan manfaat yang nyata. Karena itu, perkembangan AI akan terus kami ikuti dan pelajari seiring dengan perkembangan industri,” tutur Adrian.

Menurut dia, ketika suatu teknologi dinilai relevan, memberikan manfaat dan didukung kesiapan yang memadai, BNC akan memiliki ruang untuk mempertimbangkan pemanfaatannya secara bertahap dan bertanggung jawab.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×