kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

BNI Life siapkan produk sambut dana tax amnesty


Senin, 15 Agustus 2016 / 16:56 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Memanfaatkan induk usaha sebagai bank repatriasi, PT BNI Life Insurance siapkan produk asuransi khusus. BNI Life akan gencar menawarkan produk asuransi untuk kelas menengah atas dari nasabah Bank BNI.

Geger Maulana, Wakil Direktur BNI Life menjelaskan, produk khusus yang dimaksud adalah produk unitlink untuk nasabah yang berorientasi investasi. Lalu produk tradisional atau endowment untuk nasabah yang menginginkan dana mereka aman.

Namun Geger menyebut produk tersebut bukanlah produk baru hanya produk lama yang ditawarkan kembali dengan strategi marketing berbeda. "Nanti kami akan tawarkan kembali ke nasabah wealth management Bank BNI," ucap Geger pada Senin (15/8).

Alasan BNI Life tidak merilis produk baru disebut Geger karena BNI Life hanya menjadi gateway ketiga setelah Bank BNI dan BNI Asset Management. "Karena berada di gateway ketiga jadi tidak langsung terasa cepat untuk perolehan premi. Namun kami tetap siapkan produk asuransinya," cetus Geger.

Geger optimistis produk asuransi untuk kelas menegah atas BNI Life bakal dilirik. Sebab tawaran investasi berbalut perlindungan akan menarik bagi nasabah. Sehingga dapat mendongkrak premi BNI Life. Sebagai informasi, premi yang disebut segmen kelas menengah atas di BNI Life sebesar Rp 1 miliar.

Tahun ini, BNI Life menargetkan premi naik dua kali lipat dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp 3,2 triliun. Sementara kontribusi premi dari segmen kelas menengah atas disebut Geger mencapai Rp 1,1 triliun. Tahun ini Geger menyebut paling sedikit premi dari segmen kelas menengah atas bisa mencapai Rp 1,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×