kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.551   51,00   0,29%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BNI minta BI atur bunga deposito


Senin, 25 Oktober 2010 / 16:13 WIB
ILUSTRASI. Logo Indosat ooredoo


Reporter: Steffi Indrajana | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Direktur Utama Bank BNI Gatot M. Suwondo meminta Bank Indonesia (BI) untuk mengatur suku bunga deposito ketimbang mengatur prime lending rate. Menurut Gatos, di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tingkat bunga saat ini memang masih di level 7%, tapi realisasinya semua sudah di atas level tersebut.

Terkait isu bank-bank saling menaikkan suku bunga deposito untuk mencari dana demi peraturan LDR GWM, Gatot tidak mempermasalahkannya. "Naikkan sedikit suku bunga depositonya, dana akan mengalir," ujarnya.

Gatot bilang, BNI sendiri sudah berusaha untuk menahan suku bunga deposito mereka, namun jika bank lainnya, terutama bank besar, memberikan bunga yang tinggi, mau tidak mau mereka akan mengikutinya. Sebab, kalau tidak, "Nasabah kita bisa pindah," cetus Gatot.

Untuk itu, Gatot pun mengimbau BI untuk memperketat suku bunga deposito. Soalnya dana itu seperti darah di dunia perbankan. "Aliran masuknya harus diatur. Kalau tidak bisa bablas," jelas Gatot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×