kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

BNI Syariah pacu pembiayaan infrastruktur


Selasa, 14 Januari 2020 / 22:45 WIB
BNI Syariah pacu pembiayaan infrastruktur

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BNI Syariah melihat prospek pembiayaan sektor infrastruktur masih menjanjikan tahun 2020. Bank ini menargetkan pembiayaan di sektor tersebut tumbuh sekitar 20%, lebih tinggi dari target total pembiayaan sebesar 15%-17%.

Direktur Bisnis SME & Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati mengatakan, strategi pembiayaan infrastruktur akan dilakukan bank lewat mekanisme sindikasi dengan perbankan syariah lainnya. "Sebab proyek-proyek infrastruktur umumnya membutuhkan pembiayaan yang besar," katanya pada Kontan.co.id, Senin (13/1).

Baca Juga: Perbankan tetap akan memacu kredit sektor manufaktur

Selain itu, lanjutnya, pembiayaan infrastruktur dan kelistrikan tidak bisa lepas dari sinergi BUMN. Sebagai persuahaan milik negara, sudah tentu menjadi tugas BUMN membantu program pemerintah dalam melakukan pembangunan.

Per November 2019, BNI Syariah mencatatkan pembiayaan tumbuh 16,1% year on year (YoY) menjadi Rp32,2 triliun. Sektor infrastruktur sendiri memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi yakni sekitar 20% YoY dari sebelumnya Rp3,0 triliun menjadi Rp3,6 triliun.

Dhias bilang, subsektor yang paling banyak dibiayai adalah Ketenagalistrikan dengan outstanding Rp 1,2 triliun atau mengambil porsi 33% dari total pembiayaan sektor Infrastruktur. Pembiayaan infrastruktur tahun lalu diantaranya diberikan pada PLN untuk pembangunan pembangkit listrik dan Proyek CCT Cinere Cibitung Tol.

Baca Juga: Agen BRILink sumbang pendapatan komisi Rp 788 miliar bagi BRI

Dalam APBN 2020-2024 total kebutuhan anggaran Pemerintah untuk penyediaan Infrastruktur dalam 5 tahun ke depan mencapai Rp 2.058 triliun sedangkan sumber pendanaan dari APBN hanya mencapai Rp 600 triliun atau sekitar 30% dari total anggaran, sehingga terdapat potensi pendanaan sektor infrastruktur mencapai Rp 1.400 triliun.

Hal ini seiring dengan pemerataan pembangunan pemerintah di sektor tersebut, baik di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan daerah-daerah lainnya.




TERBARU

Close [X]
×