Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kenaikan imbal hasil atau yield obligasi yang dipicu sentimen geopolitik di Timur Tengah serta penurunan outlook Indonesia dinilai justru membuka peluang investasi bagi dana pensiun.
Dana Pensiun BCA (Dapen BCA/DPBCA) menilai, kenaikan yield obligasi dapat memberikan kesempatan untuk memperoleh imbal hasil yang lebih menarik pada penempatan investasi baru, terutama pada obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi dengan kualitas yang baik.
Baca Juga: Bos BTN Beri Bocoran RUPST 2026, Rencanakan Dividen Segini!
Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan, kondisi pasar saat ini masih menyimpan peluang investasi di tengah dinamika yang terjadi.
“Karena itu, kondisi pasar saat ini kami lihat sebagai dinamika yang tetap membuka peluang investasi ke depan,” ujar Budi kepada Kontan.co.id, Sabtu (14/3/2026).
Budi menjelaskan, secara mekanisme pasar kenaikan yield obligasi memang menyebabkan harga obligasi yang sudah dimiliki mengalami penurunan.
Namun, bagi investor jangka panjang seperti dana pensiun, kondisi tersebut tidak serta-merta memengaruhi hasil investasi.
Pasalnya, sebagian besar portofolio obligasi dana pensiun ditempatkan dengan strategi hold to maturity atau dipegang hingga jatuh tempo.
Lebih lanjut, Budi menegaskan secara prinsip tidak ada perubahan strategi investasi yang signifikan pada tahun ini.
Baca Juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Asuransi Perketat Underwriting Risiko Pengangkutan
Dapen BCA tetap mengelola investasi dengan pendekatan yang prudent serta berorientasi jangka panjang.
Meski demikian, di tengah kondisi pasar yang lebih dinamis, pihaknya akan lebih selektif dalam menangkap peluang investasi, baik di instrumen obligasi maupun instrumen lainnya, dengan tetap mengutamakan kualitas aset dan pengelolaan risiko.
“Tujuannya tentu untuk menjaga agar hasil investasi tetap stabil bagi peserta dana pensiun,” kata Budi.
Hingga Februari 2026, hasil investasi Dapen BCA tercatat sekitar 0,92% secara year to date (YTD) dan masih berada dalam jalur yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan untuk tahun ini.
Budi mengakui dalam beberapa waktu terakhir pasar keuangan mengalami fluktuasi, baik di pasar obligasi maupun saham, seiring perkembangan kondisi global dan domestik.
Baca Juga: Penggunaan Pindar Tak Hanya Menopang Kebutuhan Konsumtif
Namun, dengan portofolio yang terdiversifikasi serta pendekatan investasi jangka panjang, ia menilai kinerja investasi Dapen BCA masih dapat dijaga dengan baik.
Untuk tahun ini, Dapen BCA tetap optimistis hasil investasi dapat tumbuh stabil, sambil terus mencermati perkembangan kondisi pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












