kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Bos BSI (BRIS) Buka Suara Soal Rights Issue Rp 3,4 Triliun, Penuhi Free Float 15%


Jumat, 16 Oktober 2026 / 15:43 WIB
Bos BSI (BRIS) Buka Suara Soal Rights Issue Rp 3,4 Triliun, Penuhi Free Float 15%
ILUSTRASI. Peresmian Nama Stasiun LRT (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berencana melakukan penambahan modal melalui skema rights issue atau Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II. Aksi korporasi ini ditujukan untuk memperkuat pendanaan pembiayaan sekaligus memenuhi ketentuan free float saham sebesar 15%.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kebutuhan penambahan modal sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan perseroan yang masih tinggi. BSI mencatat pertumbuhan pembiayaan sekitar 16%, sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga tetap tumbuh tinggi.

Menurut Anggoro, BSI membutuhkan sumber pendanaan yang sehat agar dapat mempertahankan pertumbuhan pembiayaan di kisaran 15% secara berkelanjutan.

Baca Juga: Manajemen Bank Mandiri (BMRI) Buka Suara Soal Pemberian Fasilitas Kredit ke Jhonlin

“Kalau kami mau maintain loan growth 15% terus, kami butuh funding yang sehat,” ujar Anggoro di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Selain untuk memperkuat kapasitas pendanaan, dana dari aksi korporasi tersebut juga berkaitan dengan upaya BSI memenuhi ketentuan free float saham sebesar 15%. Saat ini, porsi saham BSI yang beredar di publik masih sekitar 9,9%. “Yang kedua juga untuk memenuhi free float 15%. Kita baru 9,9%,” kata Anggoro.

Sebelumnya, melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/10/2026), BSI mengumumkan rencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 6 November 2026, pukul 10.00 WIB.

Satu-satunya mata acara rapat tersebut adalah meminta persetujuan pemegang saham atas rencana PMHMETD II. Rapat akan diselenggarakan secara elektronik melalui fasilitas Electronic General Meeting System Kustodian Sentral Efek Indonesia (eASY.KSEI).

Manajemen BSI menjelaskan, penambahan modal akan dilakukan melalui penerbitan saham baru dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham sesuai proporsi kepemilikannya, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

BSI sebelumnya menyampaikan bahwa aksi korporasi tersebut berpotensi menimbulkan dilusi maksimal sebesar 12,85%. Perseroan menargetkan pelaksanaan rights issue dapat rampung pada kuartal I-2027.

Baca Juga: Total Penyaluran Pembiayaan BRI Finance Tumbuh Signifikan hingga Kuartal III-2026

Dalam rencana tersebut, BSI berpotensi menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Dengan demikian, nilai maksimal penerbitan saham baru tersebut mencapai Rp 3,4 triliun.

Saham baru yang diterbitkan nantinya akan memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham Seri B lainnya, termasuk hak atas dividen.

Adapun pemegang saham yang berhak menghadiri RUPSLB adalah pihak yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan atau pemilik saham dalam catatan saldo rekening efek di penitipan kolektif KSEI pada 14 Oktober 2026 pukul 16.15 WIB.

Pemegang saham juga dapat memberikan kuasa dan menentukan pilihan suara melalui eASY.KSEI hingga Kamis, 5 November 2026 pukul 12.00 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×