Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatatkan lonjakan penyaluran pembiayaan pada kuartal I-2026, seiring mulai stabilnya permintaan di pasar.
Direktur Utama BRI Finance Wahyudi Darmawan mengatakan, hingga Maret 2026, perusahaan membukukan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 131,53% secara tahunan (year on year/YoY). Sayangnya, ia tak merinci besaran nilainya.
Ia menilai, kinerja tersebut tidak terlepas dari mulai membaiknya permintaan pembiayaan, meski tren pemulihan masih perlu dicermati lebih lanjut.
“Pertumbuhan ini merupakan indikasi awal perbaikan yang didorong oleh permintaan yang mulai stabil. Namun, keberlanjutannya tetap perlu dipantau mengingat daya beli masyarakat dan dinamika ekonomi yang masih berkembang,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (9/4/2026).
Wahyudi menjelaskan, capaian tersebut ditopang oleh permintaan yang tetap terjaga pada segmen tertentu, serta strategi perusahaan dalam memperkuat kerja sama dengan mitra dan mengoptimalkan kanal distribusi.
Ke depan, BRI Finance menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang signifikan sepanjang 2026. Upaya tersebut akan ditempuh melalui peningkatan produktivitas, perbaikan kualitas portofolio, serta percepatan proses bisnis.
Perusahaan juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ekspansi usaha dan pengelolaan risiko di tengah ketidakpastian ekonomi.
Sebagai Informasi, industri pembiayaan mulai menunjukkan perbaikan pada awal tahun ini. Berdasarkan data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan multifinance mencapai Rp 512,14 triliun per Februari 2026.
Jumlah tersebut tumbuh sebesar 1,01% secara tahunan (year on year/YoY), atau juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Januari 2026 yang sebesar 0,78% YoY dengan nilai Rp 508,27 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













