kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Prudential Gandeng Dokter Ahli Lewat Medical Advisory Board, Ini Fungsinya


Rabu, 27 Mei 2026 / 00:23 WIB
Prudential Gandeng Dokter Ahli Lewat Medical Advisory Board, Ini Fungsinya
ILUSTRASI. Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) resmi membentuk Dewan Penasihat Medis (DPM) atau Medical Advisory Board (MAB) secara mandiri pada akhir 2025.

Lembaga ini disebut berperan penting dalam pengembangan produk asuransi dan penilaian risiko medis.

Baca Juga: PT SMI Kucurkan Rp 99,86 Miliar untuk Infrastruktur Jalan dan RSUD Tebo

Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth mengatakan, MAB berfungsi memberikan masukan kepada perusahaan terkait risiko kesehatan yang dapat ditanggung dalam produk asuransi.

Dengan masukan tersebut, Prudential dapat menyusun produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“MAB membantu kami dalam review produk juga. Mereka menjadi bagian dari product development process kami,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).

Yosie mencontohkan salah satu produk yang dikembangkan dengan dukungan MAB adalah asuransi kanker payudara PRULady.

Baca Juga: BRI dan Syailendra Capital Kolaborasi Garap Pasar Investasi Syariah Ritel

Berdasarkan kegiatan free breast screening terhadap sekitar seribu peserta beberapa bulan lalu, Prudential menemukan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kanker payudara, yang kemudian menjadi dasar peluncuran produk tersebut.

“Untuk PRULady, mereka menyampaikan risiko mana yang bisa kami tanggung dan diintervensi, termasuk pada fase-fase mana kami bisa masuk untuk memberikan dampak yang lebih optimal,” jelasnya.

Menurut Yosie, keberadaan MAB juga memberikan dampak positif dalam proses evaluasi medis, termasuk dalam analisis tren klaim kesehatan.

Ia menjelaskan, para dokter ahli yang tergabung dalam MAB membantu Prudential meninjau tren klaim, efektivitas tindakan medis, hingga kesesuaian prosedur yang dilakukan di fasilitas kesehatan.

“Mereka membantu kami melihat tren klaim, medical efficiency, serta memberikan pandangan terhadap tindakan rumah sakit yang masih perlu dikaji. Termasuk apakah prosedur medis yang dilakukan sudah tepat atau belum,” ujarnya.

Baca Juga: BNI Buka Layanan Terbatas Saat Libur Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila 2026

Selain itu, MAB juga berperan dalam memberikan masukan terkait penggunaan obat-obatan inovatif, termasuk efektivitasnya untuk jenis penyakit tertentu seperti kanker.

“Masukan dari mereka sangat membantu. Namun mereka tidak menentukan apakah klaim dibayar atau tidak, melainkan memberikan perspektif medis agar keputusan kami tetap berbasis medis,” jelasnya.

Yosie menegaskan bahwa anggota MAB merupakan ahli medis, bukan ahli asuransi, sehingga perannya lebih pada memberikan pandangan klinis dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Ke depan, Prudential juga berharap MAB dapat berkontribusi dalam penilaian risiko penyakit jangka panjang, termasuk potensi komplikasi dari penyakit tertentu.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Prudential Indonesia mencatatkan nilai klaim sebesar Rp 2,59 triliun per April 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×