kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

BRI Jalani Limited Review Laporan September, Ini Penjelasan Manajemen


Senin, 28 September 2026 / 20:10 WIB
BRI Jalani Limited Review Laporan September, Ini Penjelasan Manajemen
ILUSTRASI. Kontan - BRI Kilas Online (Dok. BRI/BRI)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) buka suara terkait alasan perusahaan melakukan limited review atas laporan keuangan periode September 2026.

Sebelumnya, BRI dalam keterbukaan informasi di BEI, perusahaan ini akan menelaah hasil kinerja per 30 September 2026 dan menjalani penelaahan terbatas (limited review) oleh akuntan publik.

Dalam keterbukaan informasi tertanggal 22 September 2026, BRI menyebut langkah tersebut dilakukan dalam rangka rencana aksi korporasi dan/atau pelaksanaan aspirasi pemegang saham.

Baca Juga: Undisbursed Loan Bank Tembus Rp 2.548 Triliun, Banyak Debitur Belum Tarik Kredit

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi lain. Menurutnya, BRI hanya mendukung rencana stream lining atau penggabungan anak usaha bank Himbara yang tengah dilakukan Danantara.

“Tidak ada rencana korporasi lain. Kami hanya mendukung rencana streamlining (penggabungan anak usaha bank Himbara) oleh Danantara,” ujar Hery kepada Kontan, Senin (28/9/2026).

Ia menjelaskan, proses penggabungan sejumlah anak usaha masih berjalan. Untuk lini asset management, proses penggabungan telah dilakukan. Sementara itu, proses untuk perusahaan asuransi, sekuritas dan multifinance masih berlangsung.

“Yang sudah digabung asset management, sedang berproses perusahaan asuransi, sekuritas dan multifinance. Lebih detail bisa ditanyakan ke Danantara,” lanjut Hery.

Seperti diketahui, pada April 2026, BRI resmi mengumumkan pengalihan saham anak usahanya di bidang manajemen investasi, yaitu PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI), kepada Danantara sebagai bagian dari konsolidasi akbar ekosistem pengelolaan aset BUMN.

Di tengah perhatian pasar terhadap potensi aksi korporasi, kinerja BBRI hingga Agustus 2026 masih menunjukkan pertumbuhan.

Jika dilhat dari laporan keuangannya, laba bersih BBRI sepanjang delapan bulan pertama 2026 mencapai Rp 34,77 triliun, tumbuh 6,63% secara tahunan.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BBRI hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.446,98 triliun, tumbuh 13,66% yoy.  Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BBRI mencapai Rp1.655,84 triliun, tumbuh 12,59% yoy.

Baca Juga: Fasilitas Kredit Banyak Terserap, Undisbursed Loan KB Bank Turun

Di sisi lain, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, limited review dapat menjadi indikasi bahwa perseroan sedang mempersiapkan agenda korporasi atau menindaklanjuti aspirasi pemegang saham.

Namun, menurutnya, investor belum dapat memastikan bentuk aksi yang akan dilakukan sebelum ada keterbukaan informasi lebih lanjut.

“Karena manajemen belum mengungkapkan bentuk aksi korporasinya, investor sebaiknya tidak langsung mengasumsikan bahwa aksi tertentu sudah pasti dilakukan,” kata Nafan.

Ia menambahkan, bentuk aksi korporasi masih terbuka, mulai dari yang berkaitan dengan struktur permodalan, pengelolaan saham maupun langkah strategis lainnya.

Dari sisi fundamental, Nafan mencatat BRI memiliki posisi permodalan yang relatif kuat dengan CAR sekitar 21,5% pada kuartal II 2026. Hingga periode tersebut, kredit dan pembiayaan BRI tumbuh 16,2% yoy menjadi sekitar Rp1.646 triliun, sedangkan laba bersih mencapai sekitar Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5% yoy.

Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan. NPL BRI turun menjadi 2,9%, Loan at Risk menjadi 9,1%, sementara Cost of Credit turun menjadi 3,1%.

Nafan mengatakan, investor tetap perlu mencermati perkembangan NIM, cost of fund, biaya pencadangan serta kualitas kredit pada segmen mikro dan UMKM memasuki kuartal III 2026.

Saham BBRI Melemah

Jika dilihat dari kinerja sahamnya, pada penutupan perdagangan Senin (28/9/2026), saham BBRI ditutup melemah 0,32% ke level Rp 3.140 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham BBRI turun 4,85%, sementara secara year to date (ytd) melemah 14,21%.

Menurut Nafan, dampak terhadap valuasi BBRI nantinya akan sangat bergantung pada bentuk dan struktur aksi korporasi yang dilakukan.

Baca Juga: DBS: Pasar Masih Tangguh, Investor Perlu Selektif pada Kuartal IV 2026

Ia mengatakan investor perlu memperhatikan sumber pendanaan, harga pelaksanaan apabila terdapat penerbitan saham, perubahan jumlah saham beredar, kontribusi terhadap laba, serta dampaknya terhadap ROE dan book value per share.

Nafan mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BBRI dengan target harga Rp3.920 per saham. Pandangan tersebut mempertimbangkan fundamental BRI yang masih ditopang pertumbuhan kredit, perbaikan kualitas aset serta posisi permodalan yang relatif kuat.

Sementara itu, Praktisi pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai, rencana aksi korporasi BRI lebih tepat dilihat sebagai bagian dari strategi penguatan struktur bisnis dan permodalan perseroan.

Menurut Hendra, karena bentuk aksi korporasi belum disampaikan secara detail, investor sebaiknya menunggu keterbukaan informasi berikutnya sebelum mengambil kesimpulan mengenai dampaknya terhadap kinerja dan valuasi BBRI.

“Indikasi yang paling penting justru akan terlihat dari keterbukaan informasi berikutnya, termasuk tujuan transaksi, struktur aksi, kebutuhan modal, serta dampaknya terhadap kepemilikan dan laba per saham,” ujar Hendra.

Hendra menambahkan, fundamental BRI tetap menjadi faktor penting. Investor perlu melihat pertumbuhan kredit, NIM, NPL, Loan at Risk, biaya pencadangan, efisiensi, laba bersih serta tingkat permodalan.

Ia menilai kinerja kuartal III 2026 akan menjadi salah satu indikator untuk melihat keberlanjutan tren pertumbuhan laba dan kualitas aset BRI.

Baca Juga: Superbank Beri Pembiayaan untuk Pengadaan 200 Mobil Listrik GrabCar Plus Electric

Hendra juga memberikan strategi speculative buy untuk BBRI dengan target harga Rp3.430 per saham.

Menurut Hendra, target tersebut mencerminkan peluang pemulihan valuasi apabila kinerja kuartal III 2026 sesuai ekspektasi dan aksi korporasi yang ditempuh mampu memperkuat fundamental perseroan.

Namun, Hendra menekankan investor tetap perlu memperhatikan risiko karena bentuk dan struktur aksi korporasi BRI belum sepenuhnya jelas. Perkembangan kualitas aset dan kinerja kuartal III 2026 juga menjadi faktor penting yang perlu dicermati pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×