Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatatkan volume transaksi remitansi mencapai Rp 139 triliun hingga September 2026. Nilai tersebut setara dengan US$ 7,5 miliar.
Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar bilang pihaknya optimistis pertumbuhan bisnis remitansi pada tahun ini bakal lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Optimisme tersebut didukung oleh perluasan jaringan mitra remitansi serta integrasi layanan dengan kanal elektronik atau e-channel BSI.
Baca Juga: Big Banks Anjlok Bareng IHSG pada Sesi Pertama (19/10), BBCA dan BBRI Kena ARB
"Saat ini BSI memiliki 15 mitra remitansi di sejumlah negara dan bekerja sama dengan 29 mitra global," ujar Wisnu kepada Kontan, dikutip Senin (19/10/2026).
Jaringan remitansi BSI menjangkau sejumlah negara, antara lain Malaysia, Hong Kong, Singapura, Jepang, Australia, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Selandia Baru, Qatar, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Turki, dan Indonesia.
Wisnu melihat jaringan yang luas serta layanan remitansi yang terintegrasi dengan kanal elektronik BSI turut mendorong peningkatan jumlah pengguna layanan remitansi bank di sejumlah negara sebesar 15%.
Menurutnya, layanan remitansi BSI memiliki sejumlah keunggulan, yakni cepat, aman, dan menjangkau berbagai negara.
Ke depan, BSI optimistis dapat menggandeng lebih banyak mitra remitansi untuk memperluas jangkauan layanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di berbagai negara.
Secara keseluruhan, BSI juga masih menorehkan kinerja positif jelang penghujung kuartal III-2026. Hingga Agustus 2026, laba bersih bank tumbuh 10,07% secara tahunan menjadi Rp 5,03 triliun.
Dari sisi intermediasi, dana pihak ketiga (DPK) BSI juga naik 17,71% dalam setahun menjadi RP 389 triliun, dengan dana murah (current account saving account/CASA) mencapai Rp 246 triliun. Pun pembiayaannya berhasil tumbuh 16,21% secara tahunan menjadi Rp 344 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














