kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BTN menggenjot kredit konstruksi


Sabtu, 12 Oktober 2013 / 08:22 WIB
ILUSTRASI. Karyawan membersihkan logo baru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019). ANTARA FOTO/Audy Alwi/hp.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Dessy Rosalina

jakarta. Ketatnya aturan kredit pemilikan rumah (KPR) memaksa Bank Tabungan Negara (BTN) memutar otak untuk menjaga pertumbuhan kredit. Salah satu strategi BTN adalah memperbesar kredit konstruksi yang mengucur bagi pengembang perumahan.

Demi memuluskan rencana, BTN menggandeng PT Mandiri Mega Jaya, pengembang perumahan di kawasan Provinsi Banten. Maryono, Direktur Utama BTN menjelaskan, dalam tahap awal, BTN mengucurkan kredit konstruksi sebesar Rp 2 triliun dalam kerjasama tersebut.

Maryono bilang, di akhir September kemarin, kredit konstruksi BTN berkisar antara Rp 20 triliun hingga Rp 25 triliun. Di periode yang sama,  KPR sebesar Rp 46 triliun dari total kredit BTN yang mencapai Rp 92 triliun.

Catatan saja, PT Mandiri Mega Jaya akan mengalokasikan kredit konstruksi tersebut untuk membangun 73.000 unit rumah di Banten. “Proyek rumah yang akan dibangun meliputi untuk kelas menengah bawah maupun menengah atas. Tahap selanjutnya pembangunan apartemen sebanyak 107.520 unit,” imbuh Maryono, kemarin.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×