CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Bunga deposito tertinggi BCA 4%, Bank Mandiri 5,63%, BNI 5,5%, BRI 5,55%


Selasa, 19 Mei 2020 / 08:46 WIB
ILUSTRASI. Berdasarkan data yang dihimpun PIPU per Senin, 18 Mei 2020, bunga deposito tertinggi di perbankan saat ini sebesar 6,25%.


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berminat menyimpang dana di deposito perbankan menjelang libur Lebaran ini? Ada baiknya tengok dulu bunga deposito terbaru di bank-bank ini.

Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) Bank Indonesia per Senin, 18 Mei 2020, bunga deposito tertinggi di perbankan saat ini sebesar 6,25%.

Diantara empat bank besar, BCA, Bank Mandiri, BNI dan BRI, bunga deposito Bank Mandiri paling tinggi yakni 5,63%. Sementara bunga deposito BCA turun dari 4,1% menjadi 4%.

Baca Juga: Investor asing terus lepas saham bank, ini alasan dan kecemasan mereka

Untuk bunga deposito tenor 1 bulan, Bank Tabungan Negara (BTN) paling tinggi penawarannya yakni 5,88%. Diikuti Bank Mega dengan bunga 5,68%.

BTN paling tinggi memasang bunga deposito tenor 3 bulan, sebesar 5,88%.

Pada deposito tenor 6 bulan, Bank Mayora menawarkan bunga paling besar sebesar 6,25%.

Untuk memantau perkembangan bunga deposito bank, silakan kunjungi kanal: PUSAT DATA KONTAN

Kemudian deposito 12 bulan, penawaran tertinggi datang dari Bank Bukopin dengan bunga 5,88%.

Baca Juga: Ingat ya! Bank susah tak boleh minta bantuan likuiditas di program pemulihan ekonomi




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×