kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.964   51,00   0,28%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Bunga kredit bisa turun tapi bankir wait and see


Selasa, 22 Agustus 2017 / 22:25 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - Beberapa bankir mengatakan dengan penurunan bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,5%, potensi penurunan suku bunga kredit bisa lebih cepat.

Hal ini disebabkan karena efek penurunan bunga acuan akan menyebabkan biaya dana perbankan akan mengalami penurunan.

Lani Darmawan, Direktur Konsumer CIMB Niaga mengatakan dengan penurunan bunga acuan akan menyebabkan penurunan biaya dana terutama untuk bank besar yang terkena pembatasan bunga simpanan.

"Hal ini berpeluang menyebabkan penurunan bunga pinjaman," ujar Lani kepada KONTAN, Selasa (22/8).

Menurut Lani, terkait penurunan suku bunga kredit, biasanya ada jangka waktu antara penurunan biaya dana ke bunga pinjaman.

Haru Koesmahargyo, Direktur Bank BRI mengatakan dengan penurunan bunga acuan BI akan menyebabkan penurunan bunga kredit perbankan.

"Bunga simpanan bank di BI akan turun dan bank akan didorong untuk ekspansi kredit," ujar Haru.

Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA juga belum bisa memproyeksi berapa penurunan bunga kredit dari turunnya bunga acuan BI.

"Kami lihat dulu karena tidak bisa diprediksi sekarang," ujar Jahja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×