kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.067   -43,00   -0,24%
  • IDX 6.052   12,05   0,20%
  • KOMPAS100 791   2,77   0,35%
  • LQ45 601   1,98   0,33%
  • ISSI 210   -0,35   -0,17%
  • IDX30 340   1,02   0,30%
  • IDXHIDIV20 422   0,61   0,14%
  • IDX80 90   0,27   0,30%
  • IDXV30 115   -0,42   -0,37%
  • IDXQ30 109   0,31   0,28%

Bunga simpanan berpeluang turun


Jumat, 23 Januari 2015 / 18:39 WIB
ILUSTRASI. Hingga Juli 2023, 40 perusahaan asuransi di Indonesia belum memiliki aktuaris./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/08/2023.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Indonesia diproyeksikan akan kebanjiran likuiditas pascapengumuman penambahan stimulus dari Bank Sentral Eropa (ECB) menjadi € 60 miliar per bulan dan kebijakan mempertahankan suku bunga.

Juniman, Ekonom Bank Internasional Indonesia (BII), mengatakan, akan ada likuiditas yang masuk ke Tanah Air, setelah kebijakan penambahan stimulus dari ECB. Harapannya, likuiditas itu masuk ke kantong perbankan.

Nah, jika perbankan memperoleh tambahan likuiditas tersebut, maka kondisi dana perbankan mulai membaik pada kuartal I dan kuartal II tahun 2015 ini. “Kondisi ini memungkinan untuk membuka ruang penurunan bunga simpanan bank sekitar 10 bps - 20 bps,” katanya, Jumat (23/1).

Menurutnya, tekanan penurunan bunga perbankan sangat kecil, karena bank juga melakukan antisipasi recana kebijakan oleh The Federal Reserve pada kuartal III dan kuartal IV tahun ini.

Jika The Fed menaikan suku bunga, maka perbankan akan cenderung menaikkan bunga simpanan untuk mencari dana. “Secara keseluruhan, suku bunga perbankan turun sedikit di tahun ini,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×