kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

CIMB: Kartu kredit menyusut karena beleid baru


Minggu, 15 Oktober 2017 / 22:04 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat sampai Agustus 2017, jumlah kartu kredit yang beredar menyusut 212.479 keping secara year on year (yoy). Sementara, Januari hingga Agustus 2017, jumlah kartu kredit yang beredar berkurang sebanyak 595.024 keping kartu.

Direktur Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengatakan, hal tersebut merupakan imbas telah diberlakukannya peraturan mengenai kepemilikan kartu kredit. "Secara industri memang terjadi penurunan jumlah kartu. Ini pasti ada dampak karena aturan maskimal dua penerbit untuk penghasilan tertentu," ujarnya, Minggu (15/10). 

Aturan itu sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Bank Indonesia No.14/27/DASP tanggal 25 September 2012 perihal Mekanisme Penyesuaian Kepemilikan Kartu Kredit.

Kendati demikian, secara garis besar, bisnis kartu kredit CIMB Niaga masih tetap tumbuh. Sampai kuartal III 2017, Lani mengatakan, transaksi kartu kredit perseroan masih tumbuh sebesar 10%.

"Kalau nilai transaksi kartu kredit, pertumbuhannya pasti tergantung musim, biasanya di high season, akhir tahun, libur lebaran dan libur sekolah cenderung tinggi," imbuhnya.

Sekadar informasi, bank sentral mencatat transaksi kartu kredit masih naik tipis. Hingga Agustus 2017, volume transaksi kartu kredit tercatat sebesar 27,01 juta transaksi atau naik 3,27% secara yoy. Adapun, nominal transaksi kartu kredit naik 5,68% dari Rp 23,75 triliun Agustus tahun lalu menjadi Rp 25,10 triliun per akhir Agustus 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×